Review: Jaybird Freedom. “Bencana”

Review: Jaybird Freedom. “Bencana”

Berangkat dari diakuisisinya Jaybird oleh Logitech, saya diberi kesempatan mencoba Jaybird Freedom oleh Logitech Indonesia. Sebenarnya, sudah lama saya bermimpi mencoba Jaybird. Di kepala saya, top of mind saya untuk earphone menemani lari hanya ada ruang untuk beberapa brand, Jaybird mendapat tempat yang penting di sana. Kenapa? kebanyakan alasan adalah karena harganya.

Harga Jaybird Freedom ada di kisaran 2 juta rupiah. Untuk Bluetooth earphone ini tidak murah. Mari kita coba lihat apa yang membuat Jaybird cukup percaya diri untuk berjualan di harga demikian. Saya cukup mengerti berada di pasar earphone untuk berolahraga membutuhkan kualitas yang lebih selain pada sektor suara. Saya sendiri penggemar olahraga lari (baca: hobi, bukan profesional), dan saya merasakan berbagai macam kekurangan dari berbagai macam earphone.

Di saat berlari, mendengarkan musik bisa menjadi penyemangat, tapi juga bisa menjadi bencana.

“Bencana” pertama adalah bila masih menggunakan kabel yang harus menyambung ke smartphone. Untaian kabel yang panjang akan mengganggu dan memperlambat lajunya lari. Yha, tentunya. Kalau tidak, tulisan tentang Bluetooth earphone ini tidak akan dimulai.

“Bencana” ke-dua adalah bila habisnya baterai di tengah berlari sedang semangat-semangatnya, dikenal dengan istilah: Drop, Say! . Jaybird Freedom sendiri memiliki baterai yang dapat bertahan 4 jam, dan tempat untuk chargingnya, juga bertindak sebagai powerbank kecil yang dapat menambah 4 jam lagi, menjadi total 8 jam. Untuk pelari hura-hura seperti saya, yang dalam artian berlari paling jauh 15km, 4 jam lebih dari cukup. Tapi bila seandainya saya akan berlari marathon, khusus untuk saya, mungkin akan selesai dalam waktu 5, 6, 7,.. 10 jam, mungkin baterainya tidak akan kuat, sayang. Anggap saja saya tidak akan pernah menyelesaikan Marathon, ya.

“Bencana” ke-tiga adalah bila earphone tersebut mudah lepas. Jaybird Freedom hadir dengan kelengkapan yang lebih lengkap dari membeli sekotak Tamiya. Unboxing Freedom melahirkan:

  • 1 buat earphonenya sendiri
  • 6 buah ear foam (sepasang S, M & L, terbuat dari busa)
  • 6 buah ear buds (sepasang S, M & L, terbuat dari karet)
  • 6 buah ear fins (sepasang S, M & L, terbuat dari karet)
  • 1 buah kabel USB ke micro USB
  • 1 buah charger yang juga berfungsi sebagai powerbank
  • 3 buah clip kabel untuk mengikatnya lebih pendek
  • 1 buah clip kabel untuk menyatukannya dengan baju
  • 1 buah kantong hitam dengan logo Jaybird
  • dan beberapa manual.

Untuk pendengaran sehari-hari, saya sarankan hanya menggunakan ear foams atau ear buds, tergantung selera. Namun untuk berlari, dibutuhkan ear fin juga beserta clips-nya untuk disesuaikan dengan ukuran leher untuk dilingkarkan di belakang kepala. Bisa juga disesuaikan melalaui bawah, atau atas kuping. Iya, mungkin awalnya terdengar ribet, tapi bila melakukannya dengan benar, saya pikir, saya berlari seperti kerasukan Usain Bolt dikejar mantan pun tidak akan lepas Freedom ini.

“Bencana” ke-empat adalah bila earphone ini tidak tahan air, setidaknya tahan keringat. Freedom tidak tahan air, tidak disarankan untuk berenang tentunya. Tapi freedom splash resistant, sweat resistant. Saya mencobanya sambil berkeringat, aman. Ini mungkin adalah saatnya saya lega bahwa tidak bisa berenang, tidak rugi.

“Bencana” ke-lima adalah bila Bluetooth earphone ini.. berat! Jaybird Freedom sangat, sangat ringan! Beratnya hanya 16.15 gram (tanpa buds/foam/fin/clips). Teringan yang pernah saya temui. Seandainya saya bisa meringankan Smartphonenya saat berlari. Bayangkan bedanya dengan iPhone 7 Plus yang berberat 188 gram, lebih dari 10 kalinya.

“Bencana” ke-enam adalah bila suaranya tidak (atau kurang) terdengar. Surprisingly ini suaranya kuat, jernih, bagus lah. Tapi, silakan coba sendiri dan bila berbeda pendapat dengan saya, boleh dicoba aplikasinya yang bernama MySound. This is the best part! Aplikasinya memiliki UI yang terbaik dari yang pernah saya coba untuk Bluetoothi earphone lain. Isinya adalah equalizer yang sudah dipreset oleh Jaybird, yang bisa dikustomisasi dan menyimpannya sendiri, dan yang berbeda adalah secara crowdsourcing, bisa mengambil contoh preset dari orang lain. Sesuaikan dengan mood, kondisi, lokasi, dan kegiatan kita. Ju. A. Ra.

Intinya, Jaybird Freedom membantu kita menghindari semua bencana yang saya tulis di atas dalam memilih Bluetooth Earphone. Boleh dibilang ini hampir sempurna. Kendala saya cuma di saat setting awalnya. Tapi begitu cocok, rasanya saya tidak mau lepas darinya. Satu halangan lagi bila harus membelinya adalah harganya tadi. Memang tinggi, pantas atau

tidaknya, well, saya harap tulisan ini bisa bantu Anda menilainya. Iya, Anda.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *