Good Karma

Good Karma

It feels good to do good”. Sebuah ungkapan yang sederhana namun tidak pernah saya rasakan benar artinya, seperti liburan kemarin ini.

Sedikit disclousure: Pembaca blog post ini bisa saja datang dari beberapa arah. Bisa dari beberapa vlog yang sudah saya post beberapa hari terakhir ini di channel YouTube saya, bisa juga memang pembaca setia dari blog ini (thank you), bisa juga dialihkan dari beberapa channel social media saya. Tapi buat yang datang tidak dari jalan yang saya sebutkan di atas, saya mohon, sebelum melanjutkan membacanya, silakan menonton 3 seri vlog saya di bawah ini.

 

 

 

 

Ada kalanya kita membantu orang dengan bersedekah ke pengemis di pinggir jalan.
Ada kalanya kita bersedekah yang sudah menjadi kewajiban agama kita, baca: Zakat.
Ada kalanya kita bersedekah untuk rumah ibadah.
Ada kalanya kita bersedekah dengan memanggil pengajian ke rumah, untuk baca doa, dan membekali mereka nasi bungkus dan (kadang) salam tempel.
Ada kalanya kita bersedekah dengan meyumbangkan baju bekas.

Semua mulia dan sangat disarankan untuk dilakukan, no argument on that.

 

Yang saya bicarakan di sini adalah bentuk pilihan lain dalam bersedekah, yaitu dengan memberikan kebahagiaan.

 

Niat membahagiakan Wance dan keluarga, beserta Mbak, sebenarnya hanya berawal dari menghargai dedikasi dan kesetiaan mereka selama ini untuk kami sekeluarga. Gaji, THR dan lembur memang sudah kewajiban kami. Tapi kami pikir, apalagi yang masih bisa kami berikan yang bukan hanya berupa materi. Kami berpikir, pengalaman. Perjalanan ke Bali ini adalah yang pengalaman pertama untuk mereka dan tidak ada yang lebih melekat daripada pengalaman pertama.

Wance sudah seperti keluarga. Bahkan ada kalanya Wance adalah pahlawan dalam kehidupan kami. Pahlawan di mana saya dan Nucha kadang tidak mau, tidak sempat, tidak bisa melakukan sesuatu. Kami kadang manja, kami kadang malas, tapi Wance selalu siap. Jadi, boleh dibilang suatu kehormatan juga mengajak pahlawan liburan. :))

 

Nah, yang saya belum ceritakan dalam vlog adalah 2 hal yang kami rasakan saat liburan kemarin, yang kami anggap, Good Karma.

 

Yang pertama adalah sautan dari sebuah twit ringan yang secara spontan saya twit karena memang butuh pendapat followers. Twit voting antara Bali Zoo atau Bali Safari itu menghasilkan 200an lebih voters yang memenangkan Bali Zoo. Ada juga sebuah email yang masuk ke inbox saya yang secara rapih mengundang saya dan pasukan untuk datang ke Bali Zoo. Lengkap dengan itinerary dan saran-sarannya.

Belum saya ceritakan di dalam vlog adalah bahwa kami sepasukan ditraktir tiket masuk dan makan siang di Bali Zoo. Dimana kami sesungguhnya niat membayar sepenuhnya, yang oleh mereka, ditolak. Sebuah rezeki.

 

Yang kedua, kita sebelum berangkat sudah pasrah bahwa setiap liburan sekeluarga, membawa kamera bagus pun, pasti tidak ada foto kami bertiga yang bagus. Saya bisa mengambil foto Nucha dan Ayra, tapi begitu kamera jatuh ke orang ketiga untuk mengambil gambar kita bertiga, entah lah, pasti gagal. Tadinya kami berpikir untuk mencari fotografer di frameatrip, tapi karena kami berpikir ada Wance dan keluarga, siapa tahu mereka bisa mengambil foto kami bertiga.

Di hari pertama sampai di Bali, @mariojreynaldi, yang merupakan followers di Instagram, Direct Message saya, mengajak untuk bertemu. Ternyata dia adalah wedding fotografer & videografer. Iya, Mario yang terlihat di VLOGGARIO 205 itu. Foto-fotonya sangat cocok dengan selera kami. Hasilnya…

Entah ini apa, tapi kami suka dengan sebutan Good Karma. Kami percaya yang kami lakukan terhadap Wance dkk, sedikit “dibalas” dengan 2 kejadian di atas. Kami tidak mengharapkannya, apalagi mengiranya akan dalam bentuk seperti itu. Tapi jelas kami mensyukurinya. Mungkin bentuk Good Karma bukan harus seperti yang di atas, bisa dalam bentuk lain. Yang lebih menyenangkan lagi adalah doa tulus mereka untuk kami. Well, setidaknya supaya bisa rejeki lebih lagi, diajak lagi.

Berbagi kebahagiaan dengan orang terdekat adalah yang paling bermakna sejauh ini. Again, “it feels good, to do good”

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  • Mampir ke blognya Mas Ario gegara Vlog Bali part 3..
    Ternyata owalah.. thanks for sharing Mas.. semoga Mas Ario, Mba Nucha serta Ayra selalu diberi kebarokahan.. aamiin
    Jangan bosen buat mempengaruhi orang lain dgn hal2 positif.. sukses Mas..