Sewa Mobil Otomatis

Sewa Mobil Otomatis

Apa penyebab utama macet? Terlalu banyak manusia!

Oh iya, semua orang juga tahu. Tapi bagaimana cara mengurangi, atau setidaknya menahan pertumbuhan penduduk? Saya lahir di jaman himbauan “2 anak cukup” yang sekarang entah kemana. Sangatlah menantang usaha menahan jumlah penduduk di negara “banyak anak banyak rejeki”. Dengan banyaknya manusia, berbanding lurus dengan naiknya kebutuhan transportasi, umum atau pribadi. Diperparah dengan harga kendaraan pribadi yang semakin murah harganya.

Singapura memberlakukan pajak yang berbeda untuk mobil berumur di bawah 10 tahun dengan yang di atas 10 tahun. Dan itu mahal luar biasa! Mungkin tulisan ini bisa membantu menjelaskan. Beberapa negara di Eropa bukan hanya tidak mensubsidi bensin, melainkan mereka menaruh pajak atas bensin, Jerman contohnya.

Menaikkan harga atau pajak kendaraan pribadi memang bukan keputusan populis. Jadi tahap yang dilakukan pemerintah lebih ke peningkatan kualitas dan kuantitas dari transportasi umumnya. Lebih banyak busway, pembangunan MRT, LRT, dan lain lain memang bisa menjadi sebagian dari solusi. Solusi tambahan juga bisa berasal dari perubahan regulasi. Dari 3 in 1 menjadi ganjil genap, naiknya tarif dasar parkir, pengaturan truk melewati tol dalam kota di jam tertentu adalah beberapa contohnya.

Yang masih banyak perubahan dan kadang kontroversi adalah ride sharing economy, atau transportasi online seperti Uber, Gojek dan Grab. Kita tentu masih inget mogok besar-besaran yang dilakukan taksi konvensional yang memrotes adanya transportasi online, serta protes transportasi online terhadap PerMen 32 di media sosial tentang aturan adanya kuota pada jumlah kendaraan dan STNK diatasnamakan perusahaan.

Satu hal yang bisa kita lakukan sebagai usaha bersama dalam mengurangi kemacetan tentunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan beralih ke transportasi umum, entah itu online atau offline. Kurangi pembelian mobil dan motor. Sewa saja saat benar-benar membutuhkan.

Kalau kita sudah mengenal Uber, Grab atau Gojek dengan baik, bolehlah kita berkenalan dengan HipCar. HipCar adalah aplikasi peminjaman mobil otomatis. Otomatis? Yang dimaksud dengan otomatis di sini adalah tanpa transaksi dengan manusia. Okay, pelan-pelan. Begini langkahnya:

Saat kita telah mendownload aplikasi, mendaftar dengan syarat seperti foto SIM dan KTP, kita akan dihadapkan dengan peta dan beberapa point di Jakarta. Point marking tersebut menandakan tempat pengambilan (dan pengembalian) kendaraan.

Selesai memilih tempat, pilihlah jenis kendaraan yang saat ini baru tersedia pilihan seperti Daihatsu Agya, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Daihatsu Copen. Selesai melakukan checkin, ambil kendaraan ke point tersebut, dan ambil mobilnya.


Menariknya adalah cara mengambil mobil tersebut. Tanpa ada manusia sebagai operator, semua dilakukan melalui aplikasi. Melalui aplikasi lah kita membuka mobilnya, dengan kunci mobil sudah berada di dalamnya. Begitu juga dengan mengembalikannya. Kita tinggal menaruhnya di tempat pengembalian, taruh kunci di dalamnya, menguncinya lagi dengan aplikasi dan checkout. Ini adalah yang pertama di Indonesia.

Saya mencoba salah satu mobil koleksi mereka yang kebetulan cukup langka, Daihatsu Copen. Copen adalah sedan 2 pintu dengan atap convertible. Copen ini adalah salah satu opsi premium yang ada. Sedangkan opsi ekonomi ada Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Agya tadi. Detail mengenai harga bisa dilihat lengkapnya di aplikasi yang tersedia di Android dan iOS ini. 

Menyewa mobil bisa saja menjadi pilihan untuk kita berkontribusi terhadap penguraian macet di Jakarta dan Indonesia mungkin nantinya. Dari pilihan menggunakan kendaraan umum seperti Busway, Commuter Line, nanti MRT, LRT hingga ride sharing economy seperti Uber, Gojek atau Grab, akhirnya berujung semakin dikitnya kebutuhan untuk memiliki mobil sendiri. Begitu butuh, sewa di HipCar!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *