What’s next, Windows Phone?

What’s next, Windows Phone?

Windows Phone, sempat menjadi salah satu alternatif OS selain iOS dan Android yang membuat saya tertarik dan sempat memakai Nokia Lumia 950 walaupun gak terlalu lama. tampilan yang clean, live tiles, kamera yang bagus dan kualitas hardware yang cukup baik. Apalagi setelah Nokia resmi diakuisisi oleh Microsoft dan menjadi Microsoft Mobile, gaya desain nokia yang warna-warni cukup menjadi diferensiasi dibanding iPhone dan Android smartphone yang modelnya kurang lebih serupa. Strategi microsoft untuk membeli Nokia cukup baik pada awalnya, karena Nokia memiliki nama yang cukup besar & kuat di Eropa.

Namun gimana nasib Windows Phone di 2017 ini?

Agak suram sebenarnya.

Berdasar data dari The Verge, di Q4 2016 market share Windows Phone berada di 0,3%. Turun dari Q5 2015 di 1,1%. Nyaris tidak dapat bagian kue, padahal saya sempat berpikir Windows Phone menjadi OS yang cukup “kuat” untuk menghadapi iOS & Android. Lalu sebenarnya apa yang salah?

Dukungan Aplikasi

Kurangnya dukungan Apps menurut saya adalah salah satu faktor akan gagalnya Windows Phone. Mengambil komentar dari salah satu teman “iya Windows Phone keren hardware-nya, kameranya juga bagus.. tapi gak bisa GO-JEK” yang kalau dipikir memang benar juga, tidak ada gunanya Smartphone dengan hardware yang keren dan OS yang bagus kalau dukungan aplikasinya nyaris tidak ada. Aplikasi-aplikasi populer seperti Instagram saja masih beta, Youtube tidak ada yang resmi. Kalau aplikasi-aplikasi yang umum saja tidak ada, bagaimana support untuk developer apps dalam negeri?

Gagal Fokus

Tidak fokus mungkin menjadi alasan kedua gagalnya Windows Phone. Di Lumia 950 / XL dan HP elite X3 dengan Windows 10 mobile, Microsoft membenamkan fitur Continuum, yaitu mengubah Smartphone Windows 10 supaya dapat menjadi Desktop PC. Sekilas fitur ini terlihat keren, tapi pada prakteknya, siapa yang pakai fitur ini di kehidupan sehari-hari? Ditambah ternyata tidak semua apps Desktop PC dapat berjalan di sini, hanya aplikasi-aplikasi bawaan dan yang sudah mendukung universal apps. Contoh lainnya, Microsoft meluncurkan Arrow launcher untuk Android. Kenapa malah meluncurkan apps untuk Android, dibandingkan untuk OS-nya sendiri? Masih ingat Nokia X? Kesan yang diberikan jadi tidak percaya diri dengan kelebihan produk buatannya sendiri.

HMD

Hal ketiga, HMD, yang sudah membeli hak pakai nama Nokia, meluncurkan Nokia 3310, sebuah feature phone. Apakah itu memang karena pasar Nokia masih besar di feature phone, sehingga mereka akan lebih fokus ke market feature phone, atau hanya sekedar nostalgia? Ingat juga bahwa HMD telah meluncurkan Nokia 3, Nokia 5 & Nokia 6 dengan menggunakan Android.

Mungkin hal-hal itu yang harus dibenahi oleh Microsoft agar Windows Phone dapat kembali bersaing di pertarungan antara OS mobile, karena sejujurnya Microsoft masih memiliki potensi yang cukup baik di sektor Mobile. Let’s see bagaimana strategi Microsoft untuk menghadapi tahun 2017 ini dan seterusnya.

So, what’s next, Windows Phone? Surface Phone Maybe?

Related Posts

Leave a Reply to Iful Suleman Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  • yah memang untuk kelihatannya Microsoft tidak focus untuk windows mobile, atau bisa di bilang sedang masa transisi karena berantakannya manajemen yang sebelumnya di pimpin steve ballmer. kurang pemasaran dan bahkan di stopnya produksi lumia secara global. menjadi alasan makin terpuruknya device mobile windows, but, setelah mulai bocornya paten2 Microsoft yang berhubungan dengan device foldable, full Windows 10 on ARM, komitmen HP untuk terus mengembangkan Windows Mobile, project neon di build redstone 3, dan lowongan kerja untuk manager windows mobile dan pemograman windows mobile menjadi alasan kuat akan hadirnya device windows mobile a.k.a Surface Phone dari Microsoft ini.
    yah wait and see
    menarik sih menurut saya perkembangan Microsoft ini, kalo untuk ponsel nya sih bisa dual os phone, biar device windows nya untuk mengikut perkembanganya 🙂

  • Suram ya, padahal dipakai Bruce Wayne sewaktu film BvS,keren…

    • bahkan kalo ga salah inget ada film terbaru di 2017 juga ini nama nya Lights Up, tokoh utama nya pake Lumia 950 non-XL
      di perfilman masih byk sih yg pake device windows, terutama lini surfacenya

  • Dukungan aplikasi yang terbatas merupakan salah satu penyebab turunnya pengguna windows phone. Dan ditambah lagi akusisi HMD Global yang memproduksi Nokia 3310 yang tidak menggunakan windows phone. Tujuan HMD Global memproduksi Nokia 3310 adalah untuk mengembalikan kejayaan Nokia terdahulu. Tetapi, banyak pengguna sekarang yang lebih memilih Android atau iOS sebagai sistem operasinya.