USB-C: Selamat Datang di Masa Depan

USB-C: Selamat Datang di Masa Depan

Ada yang sudah pakai USB-C? apa ya USB-C itu?

USB-C adalah tipe terbaru USB (Setelah USB-A dan USB-B, obviously) dengan berbagai keunggulan dari seri sebelumnya. Ukuran yang lebih kecil, power yang lebih besar hingga 100 watt dan yang paling penting adalah USB-C ini dapat digunakan di kedua sisinya atau reversible. di USB biasa, kita sering bingung ketika mencolok USB ke port, mana sisi yang benar karena USB biasa hanya bisa digunakan di salah satu sisi. Contoh paling sulit adalah ketika mencolok USB ke Desktop PC / iMac yang port USB-nya ada di bagian belakang, karena kita harus mengira-ngira sisi mana yg benar.

Tapi poin paling penting dari USB-C adalah Universal. Yang dimana menurut saya ini adalah keunggulan USB dibanding port-port lain. Pernah dengar FireWire, Thunderbolt, Lightning Port?

Sebagai contoh, Lightning Port adalah port buatan Apple yang hanya exclusive dipakai untuk device Apple (iPhone 5 ke atas, iPad 4 ke atas, dll) Sehingga port tersebut tidak bisa digunakan oleh brand lain selain Apple. USB-C ini tidak terbatas penggunaanya untuk 1-2 Brand. Sekarang sudah mulai banyak Brand yang menggunakan USB-C sebagai port standar mereka, bahkan Apple sendiri menggunakan konektor USB-C di Macbook terbaru mereka (dan Macbook Pro Touch Bar). Uniknya, port thunderbolt 3 (seri thunderbolt terbaru) menggunakan kabel yang sama dengan USB-C. sehingga bisa digunakan sebagai USB-C, juga berlaku sebaliknya. Dan kalau dilihat trend ke depan, USB-C ini akan menjadi standar baru di dunia teknologi.

Moto Z

Bagaimana dengan di Indonesia?

Di Indonesia sendiri, “sudah” mulai umum penggunaan USB-C di Smartphone Android keluaran terbaru. Moto Z & Moto Z Play dan LG V20 setahu saya sudah menggunakan port ini. Macbook Pro Touch Bar juga sudah menggunakan USB-C untuk semua portnya. Tapi “Sudah” mulai umum (dalam tanda kutip) bukan berarti sudah banyak yang memakai di kehidupan sehari-hari. Di kantor, apabila lupa untuk membawa charger USB-C untuk smartphone, saya akan kesulitan untuk meminjam kabel ke orang lain karena rata-rata orang di kantor saya belum menggunakan smartphone dengan konektor USB-C ini. Kasus lain untuk Macbook Pro, karena seluruh 4 portnya menggunakan USB-C, mau tidak mau kita akan bergantung dengan dongle.

Mau colok HDD dengan USB lama? Butuh dongle USB-C to USB.
Mau presentasi? Harus pakai dongle USB-C to HDMI.
Mau colok SD card? Perlu dongle USB-C to SD card.

Kita akan butuh dongle untuk masing-masing kebutuhan dan itu jujur cukup merepotkan (dan mahal). Untuk di Indonesia sendiri sepertinya akan butuh waktu untuk memasyarakatkan USB-C ini. Semoga tidak lama.

4 Generasi MacBook

Perlu diingat bahwa USB-C adalah jenis kabel yang bisa mengantar hingga 100 watt, memang. Tapi apakah semua device bisa menerima watt yang sama? Contoh. MacBook Pro dan Moto Z saya memang keduanya menggunakan USB-C, tapi apakah bisa digunakan terbalik? Charger Mac mengisi Moto Z dan sebaliknya?

MacBook Pro Touch Bar 13″ menggunakan adaptor 61W.
MacBook Pro Touch Bar 15″ menggunakan adaptor 87W.
MacBook menggunakan adaptor 29W.

Jawabnya sih bisa, dan lebih cepat. Teknis lengkapnya mungkin bisa dibaca di tulisan ini.

Namun, seperti yang terjadi ke teman saya, (sebut saja @Andiraa), dia charge MacBook Air dengan power adapter Mac lainnya yang dayanya lebih besar. Sama, bisa sebenarnya, sedikit lebih cepat malah. Tapi berjalannya waktu, efeknya terasa sehingga baterai MacBook Air dia, hamil! Maksudnya hamil adalah berubah bentuk dan akhirnya kemampuannya menurun, alias bocor.

Ada baiknya kita menggunakan produk yang benar dianjurkan dari pabrik nampaknya.

So,are you ready for the future?

Ready or not, Welcome to the Future 🙂

MacBook Pro TouchBar 2016

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments