Modular Di Dunia Smartphone

Modular Di Dunia Smartphone

What’s the first thought when you hear “Modular”?

 

Modular design, or “modularity in design”, is a design approach that subdivides a system into smaller parts called modules or skids, that can be independently created and then used in different systems.

 

Basically, Modular adalah membagi suatu sistem menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (modul) untuk nantinya dapat dirangkai menjadi sesuati yang lebih besar tengan fungsí yang berbeda-beda.. Pernah main lego? kurang lebih itulah penerapan modular design dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa membangun apa pun yang ada di dalam imajinasi kita. Dan menurut saya, merakit PC mungkin salah satu contoh penerapan Modular design untuk konteks teknologi. Lalu apa contoh penerapan modular design untuk smartphone / mobile devices?

 

MODULAR SMARTPHONES

 

Di tahun 2012, Phonebloks diperkenalkan, Dave Hakkens, founder dari Phonebloks memulai project ini karena melihat e-waste di dunia yang terlalu banyak dan berpikir bagaimana cara untuk  mengurangi dan memanfaatkan kembali e-waste tersbut. dari situ ide Modular smartphone lahir, dan Phonebloks adalah konsep smartphone Modular pertama yang diperkenalkan di dunia

 

 

Saya cukup tertarik waktu pertama kali melihat konsep Phonebloks, tapi sepertinya ini hanya konsep dan tidak akan di-realisasi. Ternyata saya salah, Phonebloks bekerjasama dengan Motorola (yang waktu itu masih milik Google) untuk mengembangkan Project ARA:

 

 

Project ARA adalah pengembangan Konsep Phonebloks dengan design yang lebih baik & team yang lebih berpengalaman (dari Motorola & Google) dan disambut dengan antusiasme yang cukup tinggi dari para penggemar teknologi.

 

Selain Project ARA, ternyata LG tidak mau ketinggalan dengan trend modular. Tahun 2016 LG meluncurkan LG G5, Flagship Smartphone mereka yang juga dengan konsep Modular. Sedikit berbeda dengan Project ARA dengan modul di bagian belakang, LG menaruh part Modularnya di bagian bawah smartphone dan menyebutnya sebagai “LG Friends”

 

 

Namun, apakah konsep Modular ini sudah dapat diterima konsumen dengan baik?

 

Sayangnya, untuk Project ARA dan LG G5, bisa dibilang kurang berhasil untuk memperkenalkan konsep Modular kepada konsumen. Project ARA dihentikan pengembangannya dan LG G5 entah berhasil atau tidak berhasil di pasaran, yang jelas  LG tidak lagi menggunakan konsep Modular untuk Flaghip mereka tahun 2017 ini pada LG G6. Dari yang saya baca, Project ARA memiliki problem di Modul yg sering terlepas (karena magnet yang kurang kuat) dan LG G5 bermasalah di letak modul di bagian bawah Smartphone sehingga harus melepaskan baterai untuk mengganti modul, yang saya rasa memang akan cukup merepotkan apabila harus restart setiap kali kita ingin mengganti modul.

Jadi apa ada yang salah dari konsep modular Smartphone ini?

 

Tidak ada yg salah menurut saya, hanya mungkin karena approach & research dari masing-masing produsen berbeda, untuk sekarang masih penerapannya kurang tepat dan masih mencari bentuk yang paling pas untuk Modular smartphone itu sendiri.

 

Di awal 2017 ini, Indonesia kedatangan dua modular Smartphone dari Motorola (yang kini sudah jadi bagian dr Lenovo) yaitu Moto Z & Moto Z Play. So far dari yang saya liat, Moto Z series menjawab kekurangan dari Project ARA dan LG G5. konektor magnet yang super kuat, Modul (Moto menyebutnya dengan Moto Mods) di bagian belakang (bukan bawah seperti pada LG G5), dan dukungan Moto Mods dari berbagai macam 3rd Party (Incipio, Hasselblad, Tumi, JBL dll) menjadikan MOTO Z series ini berbeda dari approach Modular Smartphone yang sudah ada sebelumnya. Perlu diingat juga bahwa faktor seperti harga modul, ketersediaannya hingga langkah Moto untuk mengembangkannya dengan komunitas juga bisa menjadi faktor penentu.

Apakah approach Motorola untuk Modular Smartphone ini adalah yang paling tepat? well, belom tahu juga. let’s see bareng-bareng.

 

So, Modular Smartphones? Interested?

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *