Review: Lenovo Yoga Book: Android Version

Review: Lenovo Yoga Book: Android Version

Mungkin saya bukan orang terbaik untuk mereview laptop atau komputer. Begitu banyak reviewer di luar sana yang lebih handal. Sebut saja teman saya di YouTube, Tangan Belang. Dan, apakah gadget ini bisa digolongkan sama dengan laptop, notebook, ultrabook, atau apapun istilahnya, saya juga bukan juri terbaik untuk itu. Tapi yang saya tahu, bisa jadi ini menjadi salah satu device yang saya sangat.. SANGAT senang mendapat kesempatan untuk mereviewnya di pembuka 2017 ini!

Lenovo Yoga Book adalah “crossover” antara ultrabook/notebook, tablet dan stylus. Boleh dibilang ini seperti Microsoft Surface, ASUS Zenbook Transformer, Acer Switch Alpha dan sebagainya. Tapi, Lenovo melakukannya dengan cara berbeda. Beberapa perbedaan yang mungkin terlihat adalah…

 

Operating System

Lenovo Yoga Book hadir dengan 2 pilihan operating system, Android Marshmallow dan Windows 10. Dengan spesifikasi hardware yang sama, pemilihan operating system berpengaruh di harga, fitur dan mungkin kecepatan. Windows dijual dengan harga 1 juta rupiah lebih mahal dibanding Android. Pilih yang mana memang balik lagi ke kebutuhan. Beberapa sudah cukup dengan kesederhanaan dan mobilitas Android, beberapa membutuhkan kekuatan dan kompatibilitas ke beberapa software yang lebih, maka memilih Windows 10. Android lebih murah dan sedikit lebih ringan sedangkan Windows 10 lebih mahal tapi berkemampuan lebih.

 

Stylus

Penggunaan stylus pada tablet bukan hal yang biasa lagi. Tentu pesaing terdekatnya di Android ada di Galaxy Tab A 2016 dengan harga lebih murah yaitu di kisaran 5 juta rupiah sedangkan Lenovo Yoga Book Android ini dijual di kisaran 7 juta rupiah. Kita pun sudah lama melihat kehebatan Samsung dengan Galaxy S Pennya di Tab A, ataupun Galaxy Note.

Windows pun sudah lama bermain dengan stylus dan semakin kuat dengan kehadiran Surface. Sayangnya, Surface beda kelas dan harga.

Stylus di Lenovo Yoga Book ini hasil kerja sama dengan Wacom, yang sudah lama bergelut di teknologi ini dengan produknya seperti Intuos, Bamboo dan lainnya. Tentunya, hasilnya memang .. keren BANGET!. Begini, stylus pada Lenovo Yoga Book ini bisa bekerja di beberapa permukaan. Tanpa membicarakan spesifikasi stylus seperti jumlah tekanan, tingkat responsifitas, dan sebagainya yang cuma mungkin membuat kita bingung, Lenovo bergerak ke arah yang lebih dengan Yoga Book ini. Kalau kebanyakan Tablet menyediakan stylus untuk menulis di layar, Stylus Yoga Book bisa ditorehkan di layarnya, trackpadnya, dan… KERTAS!

Ini tentu memberikan pilihan ke berbagai banyak jenis penggemar stylus. Di layar untuk yang sudah biasa di layar, di trackpad untuk yang sudah biasa menggunakan wacom intuos, dan… di kertas untuk yang masih suka rasa menulis di kertas. Brilliant!

Stylusnya tidak hanya disertakan dengan ujung stylus seperti biasanya, tapi juga bisa diganti dengan tinta asli. Dalam paket pembelian, Lenovo memberikan 3 isi tinta. Dalam box juga disediakan notepad dengan kertasnya, dan papan bermagnet yang bisa duduk manis di trackpadnya. Atau, Lenovo menyebutnya dengan Creative Pad. Kertasnya pun, bisa di kertas apapun.

Seru kan?

 

Keyboard

Satu hal yang tidak dimiliki Tablet pada umumnya adalah keyboard. Satu hal yang tidak dimiliki 2-1 device seperti Surface adalah trackpad seperti wacom ini. Lenovo Yoga Book hampir bisa dibilang memiliki keduanya. Keyboardnya tidak bisa dibilang keyboard pada umumnya. Keyboard yang dimaksud ternyata virtual. Keyboard yang bisa muncul bisa hilang ini sungguh bikin kaget sih.

Ini bisa jadi wow factor yang kuat bagi Yoga Book. Keyboard virtual ini hanyalah lampu-lampu LED yang muncul di Creative Pad-nya. Namun, bisa juga menjadi kendala bagi penggunanya. Untuk beberapa orang, akan menantang untuk mengetik di permukaan yang rata total. Hampir sama seperti menulis di layar, sebenarnya. Butuh waktu untuk membiasakan. Saya lama kelamaan makin lancar nih sepertinya.

 

 

Kesimpulan

Bagi saya, Yoga Book keren banget. Bisa menjadi ice breaker karena setiap orang pasti akan bertanya bahkan kaget atas device yang kita pegang ini. Keyboardnya yang menyala, Creative Pad untuk menulis yang seksi dan designnya yang ringan dan tipis, ditambah lagi, harga yang murah!

Kendala mungkin ada di spesifikasinya yang tidak memungkinkan untuk mengedit video, bermain game 3D. Saya pun tidak menganjurkannya untuk digunakan untuk itu. Satu lagi mungkin tantangan untuk membiasakan menggunakan keyboard virtualnya, serta memutuskan kamu tipe pengguna stylus yang mana? Di layar? di Creative Pad? atau di kertas? Karena, kalau di layar dan di creative Pad cukup, maka tinggalkanlah notepad kertasnya di rumah, untuk meringankan bawaan.

Bila kendala-kendala tersebut lewat, ya.. SEMPURNA!

 

Processor
Up to Intel® Atom™ x5-Z8550 Processor
Operating System
Android™ 6.0
Sound
Dolby Atmos®
Memory
  • RAM : Up to 4 GB LPDDR3
  • ROM : Up to 64 GB
  • Card Slot : microSD™; Supports Up to 128 GB
Battery Life
  • Type : Li-ion Polymer
  • Capacity : 8500 mAh
  • Standby Time : Over 70 Days
  • General Usage: 15 Hours
Dimensions(W x T x H)
(inches) : 10.1″ x 0.38″ x 6.72″
Weight
Starting at 1.52 lbs (690 g)
Display
  • Size : 10.1″ IPS LED Touch (1920 x 1200)
  • Color Depth : 16.7 Million
  • Color Gamut : 70%
  • Brightness : 400 nits
Touch
  • On Screen : Capacitive Touch with AnyPen Technology
  • Create Pad : Capacitive Touch and EMR Pen Technology
Material
Metal
Colors
  • Carbon Black
  • Gunmetal Grey
  • Champagne Gold
Camera
  • Rear : 8 MP Auto-Focus
  • Front : 2 MP Fixed-Focus
Sensors
  • Vibrator
  • G-Sensor
  • Ambient Light Sensor
  • Hall Sensor
  • GPS
  • A-GPS
WLAN
11a/b/g/n/ac Wi-Fi wireless

Baiknya sih saya membuat videonya untuk menunjukkan cara kerjanya, namun, waktunya belum ada. That would be awesome tho.

 

The Look from the Top

 

That Thickness!

 

Sketching on the Paper

 

Sketching on the Creative Pad

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 comments