HOOQ: Aplikasi Streaming Film Dengan Kearifan Lokal

Sebulan ini saya sedang bermain-main dengan aplikasi steaming film bernama HOOQ. Mungkin kamu sudah pernah mendengarnya dibahas di media sosial. Memang bukan hal yang baru. Saya pun hadir di launchingnya sudah lama sekali. Tapi baru sekarang benar-benar sering mencobanya sejak ada berita bahwa film si temen SD, Ada Apa Dengan Cinta 2 sudah ada di HOOQ. Cepat sekali!

Setelah selesai nonton AADC2, tampaknya saya sedikit terhanyut melihat koleksi film lokal di dalam HOOQ. Film seperti Filosopi Kopi, Sang Pemimpi yang terlewat di bioskop akhirnya berhasil saya tonton. Lumayan. Namun lalu bila mundur lagi ternyata koleksi Catatan Si Boy dan Warkop lumayan lengkap. Nah, pas nih untuk nonton nanti remakenya Warkop yang akan keluar.

Menuju film seri, yang di Indonesia dikenal akrab dengan sinetron, saya menemukan Panji Manusia Millenium sampai 77 episode! Namun, cari Tersanjung yang katanya sampai 7 musim itu… sayang tidak ada. Saya pun mencara Mahabarata / Brama Kumbara tidak ada.

Beralih-alih, ternyata ada film India juga. Well, gak nonton sih.. gak ngerti.. Tapi mungkin saja pembaca blog ini ada yang tertarik?

Seperti saya bahas di video, film luar memang tidak selengkap aplikasi streaming dari luar. Namun, HOOQ lumayan melengkapi dengan teks bahasa Indonesia. Boleh lah ya.

Saya juga membahas kompatibilitas dengan iOS, Android, Mac dan Windows di video. Dan begitu mudahnya terkoneksi menggunakan ChromeCast. Mohon Maaf untuk pengguna BlackBerry dan Windows Phone ya.

 

Beberapa hal yang belum dibahas di video akan saya bahas di sini. Hal-hal seperti kualitas video terbagi 3: Low, Medium, High. Yang saya lihat sepertinya High adalah 720p. Yang sangat berat memang bila kita bernostalgia ke film Indonesia yang lawas, resolusi memang akan jelek sekali. Ya maklum, gambar diambil juga dengan kamera yang cocok pada jamannya. Tapi jempol untuk Hooq untuk berhasil mendapatkan film-film lawas tersebut, bahkan sampai merestorasi beberapa posternya. Mengingat kembali …Β tujuh puluh tujuh episode Panji Manusia Millenium.

 

Jadi, pada dasarnya Hooq ini cocok untuk yang mengutamakan film Indonesia sebenarnya, yang kebetulan tambah banyak sekali. Mungkin juga bisa inilah dukungan kita untuk film Indonesia dimana kita berlangganan (hanya 49rb/bulan) sehingga para pembuat film benar mendapatkan keuntungannya selain dari bioskop, namun bagi hasil dari Hooq juga setiap kita menontonnya. Tentu lebih baik daripada membeli bajakan.

Nah, Anda termasuk penggemar film lokal? harus coba HOOQ

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments