Di Balik Vlogging Dengan Samsung S7

Hai kawan, pembaca setia Sheggario.com!

 

Lama tidak menulis blog, kangen juga. Banyak hal yang saya bisa ceritakan melalui vlog, sesuatu yang saya sedang nikmati, sesuatu yang up to date, cepat. Tapi, bukan berarti blog itu dilupakan. Blog bisa lebih berguna untuk menjelaskan sesuatu secara lebih detail, lebih mendalam dengan data atau research yang lebih matang.

Bagi yang sudah menonton Vloggario Episode 137 dan 136 kemarin, maka blog ini adalah penjelasan lebih dalam untuk pertanyaan yang dilampirkan di kolom komentar. Ada 2 hal yang perlu saya sedikit lebih mendalam, mereka adalah:

Samsung S7 untuk vlogging

Vlogging atau membuat video dengan Smartphone sebenarnya praktis dan tidak. Praktis dalam hal membawanya sebagai smartphone. Artinya udah masuk ke kantong, ringan dan tidak dianggap sebagai kamera profesional. Lebih lagi, S7 dapat merekam 4K dengan resolusi (3840 x 2160) atau FHD (1920 x 1080) dengan 60 fps. Dengan resolusi 4K, f 1.7 dan autofocus yang cepat, S7 boleh dibilang adalah smartphone dengan camera terbaik yang pernah saya coba hingga saat ini. Saya berbicara kamera belakang. Kamera depan tidak sehebat belakang ternyata untuk video. Oh ya, jangan lupa ini tahan air!

Tidak praktisnya bisa terjadi karena beberapa hal. Baterai 3000 mAh yang dipakai juga untuk keperluan utamanya yaitu sebagai smartphone, tentu kurang untuk dipakai vlogging secara masif. Selain baterai, jangan lupa sim card slot hybridnya bisa jadi penghambat. Maksud saya, bila kita menggunakan 2 kartu SIM, artinya kita tidak bisa menggunakan micro SD. Berhubung kapasitas S7 hanya 32 GB dan itu dibagi dengan penggunaan smartphone, tentu akan kurang. Apalagi kalau kita shoot 4K!

Tidak praktis terakhir adalah penggunaan layar sebagai tombol record, yang kemungkinan kita meleset serta masih kalah cepat dari tombol recording fisik.

 

Overall, dengan harga 8 juta ke atas, smartphone sebagus ini memang harusnya sih bagus. It better be good!. Ini masih smartphone dengan kamera terbaik yang saya pernah coba.

 

Nah, untuk mengatasi harganya, mari beralih ke poin ke 2, yaitu..

Indosat Ooredoo – Matrix Super Plan

Ketika saya kuliah di Australia (1999 – 2003), ada 2 hal yang saya iri dari provider-provider di sana. 1 adalah ketidaktergantungan pengguna pada provider. Artinya, pengguna bisa menggunakan nomor yang sama walaupun pindah provider. Nomor saya pernah pindah dari Optus ke Telstra! Di Indonesia? ….

Yang kedua adalah kontrak yang ditawarkan. Ini artinya kita hanya membayar pulsa (yang mungkin memang di mark-up, iya, ngerti) tapi smartphonenya gratis! Nah ini yang saya lakukan dengan Indosat kemarin dalam proses membeli Samsung S7.

Yang saya lakukan adalah membayar Rp 4. 769.000,- dan (kebetulan) kantor akan membayarkan pulsa saya dengan jatah RP. 600.000,- per bulan. Yang saya pribadi dapatkan adalah:

  • Credit Balance 600.000 IDR
  • Free call 60 minutes to other Indosat Ooredoo number
  • Free SMS 60 SMS to other Indosat Ooredoo number
  • Free internet 600 MB
  • Free first 6 months subscription Spotify Premium. 10% discount from the 7th month onwards Spotify Premium
  • Free Spotify Data: 10 GB / Month
  • Dan 1 buah Samsung Galaxy S7

Berhubung saya jarang telp (kebanyakan Skype atau WhatsApp call). Saya lanjutkan dengan mendaftarkan paket data yang FUP 50GB seharga Rp. 500.000,-. Perfect, right?

Lengkapnya, bisa dibaca di sini.

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *