4K + RGB + CMY = Eyegasm

Apa yang kita cari dari TV? Ukuran? Resolusi? Warna? Konektivitas? Harga? Untuk saya, semua itu penting. Tapi mari kita bicarakan mencari TV sesuai kebutuhan dan keadaan. Bukan hanya keadaan keuangan, tapi juga beberapa faktor lainnya.

 

DSCF4250

Ukuran TV

 

Ukuran TV dipilih tentunya berdasarkan besar ruangan. TV terlalu besar, mata sakit. TV terlalu kecil, where’s the fun in that? Menghindari mata sakit, tapi masih mendapatkan kenikmatan TV besar, how? Ruang besar, belom tentu harus TV besar. Bayangkan bila “kebetulan” ruang tamu kita sebesar stadion basket? Tentu kita tidak perlu seperti Staples Center atau Madison Square Garden menggunakan TV berdiagonal lebih dari 10 meter! Yang kita lakukan adalah mengukur ruang menonton, yang banyak bergantung ke pengaturan duduk. Pendeknya, antara tempat duduk ke TV, jangan lebih dekat dari satu setengah kali ukuran TV. Contoh, 49” TV ini sebaiknya tidak ditonton lebih dekat dari 1.25 meter.

 

Resolusi TV

 

Resolusi paling banyak di pasaran TV LED di Indonesia adalah sampai ke 1080p. Cukup untuk ukuran TV di atas 40” hingga mungkin 65”. Saya sendiri belum pernah memiliki/mencoba TV diatas 65”. Itu cukup. Mau lebih dari cukup? Coba kenalan dengan resolusi 4K. 4 kali jumlah pixel dari yang tersedia di 1080p, 4K cukup tajam, sangat tajam, malah. Panasonic Viera CX700 beresolusi 4K.

 

Tantangan 4K saat ini adalah minimnya sumber tontonan yang beresolusi 4K. Permainan konsol masih belum, sementara PC games beberapa kartu grafis sudah siap, namun masih susah didapat dan, jelas, mahal. Sementara film? Blue ray pun baru sampai tahap 3D. Satu-satunya sumber untuk mendapatkan tontonan 4K adalah online. Bisa YouTube, Vimeo atau bahkan streaming services. Tantangan untuk menonton online tentunya Internet yang cepat. Sebaiknya, pastikan dulu daerah tempat menonton Anda dilewati jalur internet fiber optic.

 

Tapi, bila tantangan-tantangan tadi terlewati, Mr. Ben Brown mau memperlihatkan cantiknya 4K melalui Vlognya https://youtu.be/8IIXBcT35hk . Saran saya? Get on with it, there’s gonna be more and more 4K materials online! (secara, begitu banyak kamera yang sudah bisa merekam 4K, crowd sourcing 4K!)

 

Warna

 

Pernah belajar disain grafis (sedikit), sedikit banyak belajar tentang RGB dan CMYK, 2 setting warna berbeda yang digunakan untuk layar dan print. Dulu kita membuat design menggunakan basis warna RGB (Red, Green, Blue) dan bila hasilnya akan berbuah cetak, harus ada kalibrasi warna ke CMYK (Cyan, Magenta, Yellow dan Key atau Hitam).

 

Panasonic memutuskan untuk menghadirkan warna lebih banyak lagi dengan tidak hanya berbasis di RGB (walaupun ini tidak bertujuan untuk mencetak), tapi juga menambahkan basis CMY dan menamakannya Hexa Chroma (RGBCMY). Begitu banyak warna yang bisa dilihat. Coba test dengan video ini https://www.youtube.com/watch?v=bNCzbzypWXY

 

Konektivitas

 

Untuk menjadikannya sempurna, konektivitas sekarang jadi hal penting. Bukan hanya jumlah port kabel di belakangnya seperti HDMI, komponen, AV, Optical Out, Ethernet atau Power, tapi adalah internet. Karena banyak konten akan berasal dari internet, maka krusial untuk menyempurnakan TV dengan memiliki koneksi internet. Bahkan saya menyarankan untuk menggunakan fiber optic setidaknya 10Mbps dan menyambungkan lewat wifi DAN LAN untuk kestabilan.

 

Banyak TV sekarang sudah smart TV, artinya terkonek dengan internet dan memiliki system operasi sendiri. Yang menarik dari Panasonic Viera CX700 adalah pemilihan OS dengan menggunakan Firefox OS. Terkenal dengan browsernya, Firefox memberikan warna dan design yang segar, yang saya belum pernah gunakan sebelumnya. Tersedia pilihan untuk langsung memilih channel TV, aplikasi dan browsing internet. Lihat video untuk lengkapnya.

 

Harga

 

Harga bisa jadi yang terpenting dalam pemilihan TV, kembali lagi ke seberapa kita menghargai pentingnya TV dalam kehidupan kita. Ada yang menjadikannya pusat hiburan di keluarga (entah itu melalui langganan TV kabel atau mendapatkan materi online), ada yang digunakan sebagai penghias ruangan saja. Tidak ada salahnya dengan keduanya. Saya sendiri menempatkannya cukup penting dalam keseharian. Lebih visual dari audio, saya memaksimalkan home theater di visual, dengan audio seadanya. Kebutuhan untuk streaming konten online, bermain game dan bahkan cuma menjadi background tayangan untuk si kecil.

 

CX 700 dijual dengan harga sekitar 17 juta. 4K, RGBSMY, Firefox OS, sudah bisa didapatkan di bawah 20 juta. Generasi sebelum saya mungkin akan kesal yang membayar untuk TV yang belum dengan fitur yang sama untuk di atas 20 juta.

 

Wrap Up

 

Panasonic Viera CX700 adalah TV yang dikejar untuk siap hidup di masa depan.

4K belum banyak kontennya? Setidaknya CX700 siap.

Warnanya belum terlihat? Cari konten yang memaksimalkan warna, CX700 siap.

Belum fiber optic? Tunggu, yang ada di Jakarta, tentu tidak lama lagi koneksi internet yang cepat.

 

I’d say, it’s the TV for the future.

 

Atau gini, lihat juga review CX 700 digunakan untuk gaming. Review oleh beberapa gamer, Dave dan teman-teman bulenya.

 

 

 

DSCF4253

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment