Vlogvember. Akhir Dari Sebuah Permulaan.

Vlogvember. Akhir Dari Sebuah Permulaan.
Apa itu Vlogvember?

Mungkin beberapa followers di Twitter, Instagram sudah menemukan bahwa November kemarin gue memulai sebuah perjalanan baru, membuat (dengan serius) sebuah channel YouTube.

Sebenarnya channel YouTube ini sudah cukup lama. Tapi baru bulan November ini gue serius ngejalaninnya. Minat untuk membuat YouTube channel lebih serius ini bermula dari undangan HP untuk meliput YouTube FanFest di Singapura. Dari situ gue mulai untuk lebih banyak melihat channel-channel YouTube yang ciamik. Review gadget luar seperti The Verge, MKBHD, Jonathan Morisson atau lokal seperti SobatHAPE, Ary Mozta, Putu Reza dan GadgetGaul.

Niat sebatas niat bila tidak dijalankan. Pantangan, atau ketakutan gue untuk memulai channel YouTube sendiri adalah proses produksinya. Equipment yang harus canggih, mahal, atau editing yang lama dan sulit, sudah membuat ciut gue sebelum mulai. Oleh karena itu, sempat beberapa saat saya melarikan diri ke Periscope. Sampai terlalu asik Periscope, kena kasus deh! :))

Sampai akhirnya November datang bersama #Vlogvember nya. Shani Budi dan Andira Pramanta memperkenalkan saya pada dunia vlogging. Rasa penasaran terhadap YouTube mencapai puncaknya. Bahwa vlogging adalah dasarnya seperti Periscope dengan sedikit planning yang lebih baik, proper!

Dengan tools seperti FujiFilm X-T10 dan X100S, iPhone 6S, MacBook Pro 15″ Retina i7 yang memang sudah sehari-hari saya gunakan untuk bekerja, iMovie yang lalu upgrade menggunakan Premiere CC, mulailah vlog saya.

Vlog saya, selain dari Shani dan Andira tentunya, banyak terinfluence dari vlogger seperti Casey Neistat, Ben Brown, Joe Tatcher dan yang paling kampret, Adrian Bliss.

Vlog perlu mengesankan layaknya blog dalam bentuk video. Artinya point of view pun harus hadir dari mata kita, atau, well, selfie. Vlog adalah video yang dilakukan jauh dari kesan rapih dan professional. Kamera yang digunakan baiknya masih handheld, dipegang di tangan sendiri, ditaruh di atas meja, rak, lemari, atau apapun yang memanfaatkan keadaan sekitar. Tripod yang besar dan repot dibawa, baiknya dihindari. Pilih Guerilla Pod! Itu lho, yang seperti gurita.

Editing pun minimal. Tujuannya hanya membuang bagian yang tidak perlu, dan membuatnya sedikit lebih masuk akal, bercerita dan berkonsep.
Lagu? well… cari yang royalty free, jangan lagu mainstream ya, atau YouTube akan meminta video kita untuk diturunkan.

Banyak hal yang telah saya pelajari selama membuat Vlogvember ini. Mulai dari mengkonsep suatu cerita, mengambil angle gambar, mencari fokus sampai mengedit. Kata senang rasanya kurang menggambarkan bagaimana vlogging ini telah menjadi proses pembelajaran yang keren! Asli!

Oleh karena itu, silakan dilihat hasil 9 vlog saya dalam 1 bulan November ini. Feel free to leave a comment, I would appreciate if you guys subscribe.

Inilah ke-9 Vlog saya, Terima kasih #vlogvember, terima kasih Shani Budi dan Andira! 😉
Btw, setelah Vlogvember habis, sebaiknya,.. kasih nama apa untuk vlog gue selanjutnya? ada ide?
Leave a comment below for ideas! Hope you like my channel.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *