Review: Lenovo Phab Plus : Antara Phone & Tablet. Phab. Phabulous!

Review: Lenovo Phab Plus : Antara Phone & Tablet. Phab. Phabulous!
[UPDATED]

Saya menikah dengan virgo, saya tau rasanya menjadi labil. Oleh karena itu, mari kita coba device yang berada di tengah-tengah. Antara Phone dan Tablet, Phablet.

Saat pertama kali Lenovo mengumumkan akan meluncurkan sebuah peranti dengan nama Phablet, saya langsung mencari ukuran layarnya. Sebenarnya, Phablet itu di ukuran layar berapa, sehingga bisa menamakan dirinya Phablet?
Bentuk Fisik
Tampaknya, bagi Lenovo, tablet adalah yang berukuran 7″ ke atas, sedangkan Smartphone adalah 6″ ke bawah. Jadi Phab Plus ini menghasilkan layar 6.8″. Besar untuk smartphone, masih bisa dipegang 1 tangan untuk disebut tablet. Well, tangan saya, tinggi badan 164cm, berat 61kg, orang Jawa asli. Lumayan kan? sekecil ini masih bisa pegang 1 tangan, tangan saya. 
1 hal yang masih menempatkan Phab Plus masih dalam posisi nyaman adalah muatnya untuk masuk ke dalam kantong celana jeans. 
Kebetulan saya pegang yang warna emas, Phab Plus ini sangat mirip dengan iPhone 6 atau 6S. dengan rounded edge, komposisi warna, dan garis antena di bawah. Yang membedakan cuma kamera yang tidak portrude, lubang speaker di atas belakang dan tidak adanya tombol menu fisik seperti iPhone 6. 
Bagian speaker atas belakangnya cukup mirip dengan Nexus 6P. 
Tidak ada tombol sama sekali di bagian depannya. Tombol menu, back & task managernya semua ada di layar, yang akan muncul saat dinyalakan. Tombol fisik hanya untuk power, volume up & down yang terletak di samping.
Secara design, gue suka!
Layar

Layar 6.8″nya memberikan pixel 1080 x 1920. 324ppi. Sangat tajam! salah satu yang terindah ada di pasaran. Tapi, sayangnya screennya hanya 70.7% terhadap keseluruhan fisik. Artinya, ada sedikit bezel hitam menjadi bingkai layarnya. 
Layar besarnya benar-benar enak untuk membaca, main game dan nonton film. Well, inilah benefit layar besar. Mengorbankan kenyamanan membawanya, tapi mendapatkan kenikmatan melihatnya. Coba tonton Netflix atau, err.. Popcorn Time? woops

Fitur
Phab Plus berusaha memecahkan masalah beberapa pengguna yang menggunakan lebih dari 1 smartphone, oleh karena itu Phab Plus menyediakan 2 slot untuk sim card, dikombinasikan dengan Micro SD. Artinya. Bisa menggunakan 2 4G micro sim card, atau.. 1 sim card dan 1 micro SD. Ada yang harus dikorbankan. Berhubung penyim cukup besar, 32GB. Cukup? Tergantung…
Yang oke juga fitur 4G. Iya, Phab Plus bisa 4G. Ini udah sangat penting luar biasa. Terutama supaya tidak buffering nonton Vlog saya. .. . . . . . . . Boleh dong?

[UPDATE]

Ternyata, bisa digunakan satu tangan, dengan menggambar huruf C di layar, dan dia akan mengecil, seperti ini…

Performa

Mungkin performanya masuk ke kelas menengah dengan spesifikasi Quad Core 1.5Ghz Cortex A-53 dengan RAM 2GB. 2GB akan terasa berat setelah beberapa waktu walaupun ini sudah menggunakan Android 5.0.2, LilliPop. Apalagi dengan penggunaan seperti Saya. Banci Sosmed! (iya, ngaku)
So…
Nah, karena spek “cuma” kelas menengah, bagusnya adalah harganya juga affordable. Dengan harga dibawah 3.5 juta, untuk yang memang mencari 1 gadget yang:
Layar besar,
Tapi masih enak dibawa-bawa,
Dual Sim,
4G,
LolliPop,
Dan gak mahal-mahal banget,
Ini sudah menjadi sempurna. 
Silakan, dicoba.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments