[UPDATED] Hi Obi! Wait, Have We Met?

[UPDATED] Hi Obi! Wait, Have We Met?
Bertemu Obi seperti
bertemu seseorang yang pernah kita kenal, padahal kita belum pernah bertemu
sama sekali. Pernah punya perasaan seperti itu?
Obi mengedepankan design di atas banyak hal. Obi berasal dari California, San Fransisco lebih tepatnya. Obi memiliki 3 founder yang sangat dekat dengan Apple. Begitu dekatnya, sampai pernah bekerja di Apple dengan posisi yang sangat tinggi, bahkan salah satunya CEO.
Tapi Obi bukan Apple, Obi ini.. Siapa? 

Welcome to Obi WorldPhone
Perkenalan kurang lebih 3 hari bersama Obi Mobiles merupakan pengalaman yang berharga. Bukan karena perjalanan dan akomodasi yang dibiayai (Iya, terima kasih banyak untuk itu Obi), tapi lebih ke arah mengenal secara intim perusahaan yang baru berdiri 2014 ini.
Obi berasal dari San Fransisco, “dekat” dengan Cupertino, Palo Alto dan Silicon Valley. Obi asal Amerika Serikat, memiliki kantor di London, Dubai, India dan Singapura. Menariknya, Obi dipimpin oleh trio John Sculley, Neeraj Chauhan, dan Robert Brunner. Coba kita telaah siapa saja mereka.
John Sculley: President Pepsi dari tahun 77 ke 83, CEO Apple dari tahun 83 ke 93,
menaikkan pemasukan Apple dari $800 ribu ke $80 juta, dan investor untuk
beberapa perusahaan IT lain seperti Zeta, NEFT dan MDLIVE sampai akhirnya
mendirikan Obi di 2014.
John lah yang diajak Steve Jobs untuk menjalankan Apple. Steve berkata, “Do you want to sell sugar water for the rest of your life or do you want to come with me and change the world?”. John juga yang menggantikan Steve Jobs sebagai CEO Apple saat Steve didepak dari Apple.
Robert Brunner: Mantan Director of Industrial di Apple, dengan karya seperti PowerBook model awal. Di tahun 2007 dia mendirikan design house bernama Ammunition dengan portfolio seperti Beats, Polaroid, Lytro, Octovo, Pink Mustache untuk Lyft, hingga Adobe Ink & Slide. Mengunjungi kantor pusat ammunition melihat dimana ide-ide mengalir dan mengenal lebih dalam Ammunition, cuma membuat saya berkhayal, betapa dunia akan sempurna bila saya bekerja di Ammunition, dan tinggal di San Fransisco. You wish, Ario, You wish.
Neeraj Chauhan: Co Founder dan sekarang menjabat sebagai CEO Obi. Dengan portfolio entrepreneurship seperti Global Infonet (mencapai penjualan $200 juta dalam 3 tahun), eSys Technologies $1.8 milliar startup yang bergerak di distribusi IT yang akhirnya dibeli TeleData. Benang merahnya? Neeraj pernah bekerja di Apple bersama John, dengan background yang sama, Marketing.
Kebetulan?
Launching yang Sederhana dan Intim. Tengah adalah John Sculley dan kanan adalah Robert Brunner.
Obi ngundang gue dan 2 wartawan lainnya untuk memperkenalkan dirinya dan 2 produk yang akan diluncurkannya. Obi sendiri sudah hadir di beberapa bagian dunia lain. Mereka sudah dijual dan memiliki pangsa pasar sekitar 5% di Uni Emirat Arab dan berkantor di Dubai.
Selain UEA, mereka juga memiliki pangsa pasar di Afrika bagian timur. Mengapa Timur Tengah dan Afrika? Mereka mengejar “Emerging Markets”
Obi WorldPhone
Dengan slogan “Obi WorldPhone”, Obi mau merambah dunia yang lebih luas. Dengan memiliki kantor di San Fransisco, London, Dubai dan Singapura, Obi memulainya dengan menjadi organisasi dunia, sambil membuat produk untuk dunia. Lupakan produk yang lama, Obi hadir dengan Obi WorldPhone, SF1 dan SJ1.5. SF adalah San Fransisco dan SJ adalah San Jose. Kedua Smartphone ini akan dijual hingga ke Singapura, Vietnam, Thailand, Qatar, Kenya, Afrika Selatan, Mexico, Brasil dan tentunya Indonesia.
Sebelum kita memasuki spesifikasi, kita lihat dulu motif terciptanya kedua smartphone ini. Dalam presentasinya tanggal 26 Agustus 2015 di AutoDesk Gallery, San Fransisco, John memaparkan bahwa design adalah faktor yang paling kuat dalam menciptakan Obi WorldPhone. Di panggung, dia langsung berdua dengan Robert Brunner memaparkan pentingnya kerjasama Obi dengan Ammunition. 

Launching tanpa dance, penyanyi, dan gimmick apapun, hanya DJ.
Kekaguman mereka ke Apple pun sangat terasa. Well, berawal dari pertemuan dengan banyak karyawan Obi, baik dari Indonesia hingga di SF, bahwa kebanyakan dari mereka, menggunakan iPhone. Gue gak liat ada yang menggunakan smartphone Obi seri lamanya.
John juga berkerap kali memuji keberhasilan Apple dalam menjual produknya. Dia menjabarkan adanya 2 toko yang sukses di New York Times Square, Apple dan Uniqlo. Keduanya bukan hanya mementingkan User Interface (UI) tapi juga User Experience (UX). Bahwa kedua perusahaan itu, hingga tokonya menghadirkan design toko (UI) hingga pengalaman customer di toko itu (UX).
Tapi menurutnya, Apple mahal! iPhone hanya untuk mereka yang mampu membayarnya. Sedangkan John percaya design yang bagus, pengalaman lengkap UI dan UX yang sempurna harus bisa dinikmati ke market yang lebih besar. Siapa? Well, negara-negara yang gue sebut tadi tentunya.
Lalu kita beralih ke 2pertanyaan:

Sebagusapa designnya?

Bisa dinikmati dengan harga berapa?
Design adalah hal yang subjektif dan relatif. Pendapat gue tentang Obi bisa saja bertolak belakang dengan orang lain. Relatif juga dengan adanya pembanding. Namun, dengan melihat portfolio Ammunition,  dan kiblat design Obi ke Apple, gue optimis.
SF1 dan SJ1.5
Detil
2 smartphone Android ini sekilas serupa. Secara fisik, mereka terlihat berkelas dengan bagian bawah yang menyerupai iPhone dan bagian atas yang flat. Material plastik yang digunakan jelas menempatkannya dibawah Smartphone kelas atas. Tapi design yang berkelas, nyaman di tangan dan di kantong baju. Maksudnya? Well, bagian bawah yang rounded dan atas yang flat (siku), bagi gue adalah bentuk kantong. Bila bentuknya adalah siku di kedelapan sudutnya, bila dimasukkan ke kantong, akan terlihat bagian bawahnya menusuk bawak kantong. Tidak dibicarakan oleh John ataupun Robert, tapi hal kecil ini penting buat gue.
Hadir dalam beberapa warna dasar yang kuat. Hitam-hitam, hitam-merah, hitam-silver dan putih. Gue suka hitam merah, dimana merah hadir sebagai garis tebal dibagian atas, dan logo Obi di belakang. Mengingatkan gue ke beats yang hitam merah juga.
Perbedaan fisik antara SF1 & SJ1.5 hanya di layar SF1 yang seperti lebih tebal. Kaca Corning Gorilla Glass 4 di SF1 dibuat lebih terangkat. Raised. Ini dikarenakan sedikit spesifikasi yang lebih dari SF1. SF1 adalah yang 4G, sedangkan SJ1.5 adalah yang 3G.
Lebih detail, beginilah beda spesifikasinya, perhatikan yang ditebalkan.
Perhatikan harga!
Design yang sekelas itu bisa dihadirkan dengan harga $129 untuk SJ1.5 dan $199 – $249 untuk SF1? Bila dikonversikan dengan dolar 14 ribu dan pajak dan bea? SJ1.5 diperkirakan akan dijual dibawah 2 juta dan SF1 akan dijual di harga 3 juta untuk yang 16GB/2GB dan di bawah 4 juta untuk yang 42GB/3GB. Sudah terbayang ini ada di kisaran kompetitor yang mana? Saya serahkan ke Anda 😉
Packagingnya pun.. pernah lihat?
That’s me, btw.
Pas di tangan..

Kedua smartphone ini akan hadir di Indonesia dijadwalkan untuk Oktober. Tapi semua tergantung dari
regulasi dan bea cukai. Mudah-mudahan tidak terlambat.

Ekspektasi yang terbangun sebelum launch hingga akhir launch, pas. Gue skeptis sebelum membaca lebih lanjut mengenai Obi, John Sculley dan Ammunition. Setelah itu, ekspektasi meningkat hingga optimis. Di detik-detik diperlihatkannya Smartphone, ternyata sesuasi ekspektasi gue. Mungkini ini subjektif dan relatif, tapi .. gue.. SUKA!
Kombinasi Sculley, Brunner, Chauchan mengingatkan akan kombinasi Cook, Ive dan Schiller. Mungkin John lebih tua dengan umurnya yang menyentuh di atas 75. Tapi bertemu langsung dengan john, yang disaat launching hanya mengenakan sweater diluar kemejanya dan sepatu kets, berbicara dengan hampir semua orang, serta hadir bersama istrinya, yang ternyata merupakan partner bisnisnya juga. Gue pribadi, kagum dan salut dengan orang yang berani berbisnis dengan istri, resikonya lebih besar! 

Robert Brunner (Kiri)
Launching terasa intim, diadakan di galeri design AutoDesk yang memamerkan juga karya-karyanya. Dengan panggung yang kecil, tanpa ada pertunjukan musik atau hal yang lainnya yang tidak berhubungan dengan smartphonenya, melainkan hanya seorang DJ sebagai background. Makanan yang enak, minuman yang cukup, dan percakapan yang hangat. Sempat ngobrol dengan 3 startup yang diluncurkan hari itu juga yaitu DotsGigSky dan Hoot. Hoot menarik, karena mencoba memasuki pasar TeleBroadcasting untuk bersaing dengan Meerkat dan Periscope. (Ini gue akan coba dan tulis di lain waktu)
Berfoto bersama John, mengingat bahwa kami dari Indonesia sudah cukup membuat senang. Sayang waktu tidak memungkinkannya untuk kami mendapatkan wawancara eksklusif. Tapi hari kedua terbayar dengan berlanjut tour ke kantor Ammunition, Leeo, Musium Komputer, melewati markas Oracle, mampir sebentar di Google, dealer Tesla, iya.. Palo Alto! Silicon Valley!
So.. Gimana, merasa kenal?
Mementingkan design, alumni Apple, memuji-muji Apple, dari San Fransisco, California, … Ah, mungkin juga gue agak kebanyakan minum. Tapi ini adalah brand smartphone berbasis Android dengan rasa paling mirip Apple. I don’t mind getting myself that Apple-feel with that budget, really!I had a really awesome time. Good to meet you.

 

Thanks, Obi-Wan.

 

 

Bersama John Sculley… Putih ya, gue!

 

Let me leave you with these pictures of the phone…

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 comments