Khilafnya Ario. Maaf,..

Khilafnya Ario. Maaf,..
Haloooo…

Bagi beberapa teman, follower Instagram, Periscope dan Twitter, mungkin tahu bahwa gue dan Nucha sedang melancong ((( MELANCONG ))) ke negara tempat lahir Taylor Swift. Kita, well, gue sih, disini atas undangan suatu brand Smartphone yang akan diluncurkan di San Fransisco, tanggal 26 Agustus ini, dan akan InsyaAllah diluncurkan di Indonesia bulan Oktober. Nucha sih, gue ajak aja, sekalian dia ulang tahun.

Tentang perjalanan ini? Tentang Smartphonenya? Nanti ya, itu diposting di blog yang lain. Sekarang gue mo cerita kejadian bodoh yang menimpa gue, yang mungkin bisa berguna jadi pelajaran untuk teman-teman pembaca. Sebuah pelajaran tentang excitement, copyrights and admitting to mistakes. Mungkin…

Sebelum ke SF, kami berdua mampir ke LA karena kita ada temen yang baik hati sekali menawarkan untuk nginep di rumahnya. Lumayan dong, hemat biaya hotel! Besides that, we knew them well, Audie & Marianne is an awesome couple with awesome kids! Thanks for this, guys.

Di Jakarta, selama mengatur persiapan untuk visit LA, gue komunikasi dengan Audie, merencanakan ngapain aja di LA nanti. Places to go, where to eat, what to do, etc. Audie tiba-tiba aja bilang:

“Yo, pas lo disini nanti, Taylor Swift konser lho!”
“What? Yang bener lo?”
“Iya, dari Jumat sampe Rabu, (21 – 26 Aug 2015), kita nonton Sabtu.”
“Wah, masih ada tiket?”

23 Agustus adalah hari ulang tahun Nucha. It would be awesome to surprise her with this, right? Kebetulan dia (baca: gue) suka banget Tay Tay.

So I did, janjian ama Audie & Marriane bilang bahwa tiketnya abis. Nucha sedikit kecewa, tapi masih cukup sangat excited untuk jalan-jalan ke LA & SF.

Di tanggal 22, jam 10 pagi waktu LA, saat breakfast bareng, gue bisikin:
“Di Jakarta sudah tanggal 23, Happy Indonesian Birthday ya, check your email”
Di emailnya, sudah ada forward email konfirmasi tiket Taylor Swift yang last minute itu, dapet posisi duduknya pun di ujung berung. Seneng? Alhamdulillah surprisenya sukses. ๐Ÿ™‚

Malamnya kita nonton Tay Tay, Audie mengingatkan bahwa kita tidak bisa bawa DSLR/mirrorless atau kamera profesional. That was the first clue, gue nurut, tapi kok ya masih ada dodolnya.

Di Staples Center, tempat konser, ternyata ada wifi yang lumayan kenceng. Iya, di Indonesia yang konser sangat susah posting apapun, disini dengan mudahnya dan gratis dengan wifi yang tersedia untuk kapasitas 15,000 orang. Dan itu penuh!!

Too Excited

Kami terlalu senang, terlalu semangat, sudah tidur siang, sudah makan, jadi sangat bertenanga, way too excited. Larangan membawa kamera profesional, dan godaan wifi kenceng membawa kita ke, well, gue sih.. ke Periscope!

Periscope kita lakukan dari luar sebelum konser mulai, jalan ke konser, beli merchandise, sampai akhirnya isi konser. I broadcasted live on Periscope, few songs, for few minutes. Cukup banyak sih.
Dari Taylor Swift nyanyi sendiri, ngundang bintang tamu seperti Crazy Eyes dari Orange is the New Black, Matt LeBlanc, Sean Opry, Chris Tucker sampai Mary J Blidge, itu terekam dan terbroadcast.

Sampe batre gue 20%!

Dodolnya poll sih.

Copyrights

Kalau belum tahu, bahwa konser, film dan hal seperti ini lainnya dilindungi copyrights. Artinya, gak boleh direkam untuk disebarluaskan apalagi dijual.
Gue tau, I knew these things, tapi kok bisa ga inget dan ga sadar?
1. Gue terlalu seneng, iya, lagi.
2. Gue terlena dengan respon penonton Periscope gue.

Dari beberapa siaran itu, gue dapet sekitar 7000 likes, dan banyak banget yang berterima kasih. Gue lanjut dong, santai aja itu!

Until..

Gue terima email dari Twitter untuk tidak melakukan itu dan mengapus seluruh siaran gue tadi. Ouch! Mampus kan? Langsung deh tuh keinget semua aturan-aturan copyright yang bisa diliat disini, dan implikasinya karena melanggar. Dari akun di suspend, di blok dan di .. denda .. bahkan penjara!

Trus? gimana?

Admitting to Mistakes

Gue langsung bales emailnya, panjang, yang inti isinya:

1. Ngaku sengakunya
2. Ngapus semua hasil rekamannya
3. Minta maaf

Ternyata karena sudah merambat lumayan, akun Periscope gue keburu diblok:


Hello,

Twitter has received multiple, compliant DMCA takedown notices for content posted to your Periscope account. As a result, we are temporarily suspending your account as a warning.
If you would like your account restored, please respond to this notice with confirmation that you understand our Copyright Policy (https://www.periscope.tv/content#copyright). Please be aware that your account may be permanently suspended or terminated for repeat infringement.
Thanks,
Periscope
Bener deh akun gue di suspend!
Trus?
Gue bales lagi dengan berjanji ga akan mengulanginya lagi dan pasrah. Siap menerima akibat yang mungkin terjadi seperti disuspend permanen, didenda, deportasi? Penjara?
Gue pasrah, gue terima apa aja sanksinya. Gue percaya ga ada yang lebih baik dari jujur aja dan pasrah. Bisa gue dipulangin lah, ya udah.. mo gimana lagi? :’))

So…

Beberapa dari kalian yang baca ini mungkin berkomentar: “YA IYALAH”, “MAMPUS LO YO! Norak sih”, “Lo gak mikir sih rasanya jadi yang berkarya, gak gampang tau!”

Iya, gue ngerti, and I deserve those comments. I’m sorry. I’m sorry Tay Tay, I’m sorry, Twitter, I’m sorry to those whoever involves in creating this concert. I’m sorry to all artist out there. I’m sorry..

Akun Scope gue udah dibuka lagi sekarang sama Twitter. They forgive dan mudah-mudahan tidak melanjutkan masalah ini. Mudah-mudahan bisa bikin yang baca posting ini untuk tidak melakukan hal yang sama. Please. Gue aja yang ngalamin. Ga enak deg2annya, bingungnya, paniknya :”)

Pelajaran dari telebroadcasting ini adalah tidak bolehnya menyiarkan acara berbayar dan yang memiliki copyright. Yang boleh mungkin menayangkan pendapat pribadi tentang event tersebut sesudahnya, memberikan pandangan sekitar event, atau sebelum dan sesudah. Bukan hanya konser, tapi juga pertandingan olahraga, film di bioskop, dan banyak lagi. Periscope atau Meerkat boleh hits sekarang, tapi kita juga harus mengerti aturan mainnya. Goes for a lot of things, really. 
Bacaan tambahan tentang pertandingan olahraga:

I made a mistake.
I’ve learned my lesson.
I’m sorry.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 comments