Berkenalan dengan #Windows10 di Lenovo Yoga Tablet 2

Berkenalan dengan #Windows10 di Lenovo Yoga Tablet 2
Posting Windows 10 yang lalu sebenarnya belum tuntas, alhasil, tulisan pun belum tuntas sebenarnya. Seperti layaknya berkenalan dengan seseorang yang baru, perkenalan gue dengan Windows 10 yang kemarin itu seperti dikenalkan oleh teman. Teman yang dimaksud di sini adalah yang mengundang saya untuk mencoba Windows 10 tersebut, Microsoft. Tapi gue gak puas… Gue mau maju sendiri, memberanikan diri untuk mengangkat kaki, menghampirinya yang sendiri di bar, menawarkannya minuman, dan mendapatkan nomor teleponnya. (bule banget, gue!)


..
Seandainya tulisan ini adalah tulisan 3 tahun lalu, dimana gue masih bebas melakukan hal demikian…. tentu akan lebih segar lagi ingatan gue. :))
..
Anyway, maksud berkenalan yang gue pengen adalah melakukan upgrade yang jelas, dari awal. Lenovo berbaik hati untuk memberikan saya Lenovo Yoga Tablet 2. Tablet dengan bentuk yang cantik ini telah terisi oleh Windows 8 pada awalnya. 
Sesuai dengan prasyarat yang diberikan Microsoft, mengupdate ke Windows 10 harus dari Windows 7, atau Windows 8.1, semua dengan seluruh update yang ada dari Windows Update sudah tuntas, dan … harus ASLI tentunya.

Dalam hal ini, Yoga Tablet 2 ini gue upgrade lah ke Windows 8.1 dan tuntas dengan seluruh automatic updatenya. Menunggu cukup lama memang, tapi semua ini cukup lah demi nomor telepon (baca: Windows 10). Yang perlu diingat adalah, jangan sampai devicenya mati, atau koneksi terputus di saat update.

Sesudah selesai melakukan semua update, akan ada icon di taskbar kanan bawah, berlogo Windows 10, yang memanggil kita untuk mengantri untuk men-download Windows 10. Register, lalu download di background. Lalu install. Tidak perlu backup sebenarnya, tapi mungkin agar aman, tetep deh, backup. Gue upgrade 2 laptop, punya gue dan Nucha, keduanya tidak backup dulu. Langsung, dan aman.

Proses berjalan sekitar 3 jam, tergantung koneksi internet masing-masing, dan akan mengalami restart sendiri sebanyak 3 kali. Pastikan device berada dalam keadaan charging. Jangan sampai ada gagal listrik di tengah proses upgrade.

Sejauh ini mulus, ga ada masalah sama sekali? Iya kok, mulus… Nomor telepon sudah di tangan, sekarang follow-upnya gmn?

Beberapa fitur seperti yang sudah dibahas di posting Windows 10 sebelumnya, harus di tes. Fitur pertama yang gue tes tentunya Windows Store. Karena banyak aplikasi yang harus gue download dulu dari Store. Ternyata, CRASH! Crash terjadi di saat gue memilih salah satu aplikasi, apapun itu, untuk didownload. Tanya ke teman, tidak ada yang mengalami demikian. Googling, ada yang menyarankan untuk restore cache, restart, melalui ms command, dll… ga ada yang bisa.

Bingung?

Ternyata, setelah diperhatikan, jam di laptop tidak sesuai dengan jam sebenarnya, boleh dicoba nih. Menuju setting, mengubah setting ke automatic time zone dan BERES! Store berjalan lancar. Ario jenius! Kapan lagi nih?

Action Center? swipe dari kanan? Beres
Tablet Mode? Beres!

Cortana? Cortana butuh setting. Sebagai default, device tidak akan merespon “Hey Cortana” seperti yang dilihat di demo-demo yang ada. Kembali ke settings, lalu ke Cortana. Kalau bingung, selalu bisa disearch yaa.. Jangan lupa juga tes microphone di setting tersebut. Ohya, Cortana belum bisa bahasa Indonesia ya, apalagi Jawa, jangan dipaksa, ini Cortana, bukan Kartono. Njih?

Microsoft Edge, bekerja lebih cepat dari Internet Explorer, tampilan lebih menarik, bahkan bisa dicoret-coret, seru sih. Masih ada kekurangan di bagian integrasinya dengan WhatsApp. Tampaknya untuk urusan itu, kita masih harus kembali mendownload Chrome. Other than that, so far Edge is doing great.

Sisanya tidak ada masalah, Start button, termasuk login ke akun Office365 gue, termasuk mendownload aplikasi, multiwindow, bahkan membagi window menjadi 4 secara pas!

Yang kurang, cobain main game! Ada ide game apa untuk testing grafisnya? Perlu diingat testing grafis akan tergantung dari kekuatan device, bukan hanya Windows 10 – nya.

All in all

Gue recommend banget untuk user Windows 7, 8, 8.1, apalagi XP,  apalagi lagi Vista, untuk upgrade ke Windows 10. Dalam segala hal. Ada rasa Windows dengan Start Button, tapi juga sangat responsif, lebih dari Windows 8 yang cukup membingungkan dan lambat.

Untuk Mac User? Well, gini, kalau +Andika Putraditama mulai tertarik untuk convert, gue jadi wondering sih. Menurut dia, 2 things. Windows 10 ringan, yang berakibat lebih cepet, dan Outlook (aplikasi mailnya) lebih bagus dari Mail bawaan Mac. Ini alasan yang cukup masuk akal untuk convert. 1 lagi tambahan dari gue, Game di Windows lebih BANYAK!!! MUAHAHAHA!! (istri kesel gue maen terus x) )

Untuk Mac User, you can also try both worlds:
– Punya Mac, partisi hard disknya,
– Bagi 3: Mac, data dan Windows 10
– Install Windows 10 di partisi yang dikhususkan.

Seperti yang dijabarkan @MakeMac disini

Atau menjalankan kedua Yosemite dan Windows 10 dengan Parallel Desktop, mungkin?

If you like Mac devices, that could work, right?

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *