A Side of Me You Probably Never Read About..

A Side of Me You Probably Never Read About..
Dear my beloved blog readers,Posting ini akan sedikit, well, sangat berbeda dari postingan yang lain. Kalau selama ini blog gue berisi tentang teknologi, gadget atau segala hal yang setidaknya masih nyerempet hal itu, kali ini gue akan menulis sesuatu yang bukan hanya berbeda, tapi juga sangat personal untuk gue.

Bimbang untuk berbagi atau tidak mengenai hal ini sebenarnya ditambah, bingung mau berbagi di mana. Would you guys read it? would you share it to your loved ones? Should I blog it? Should I talk about it on periscope? Does it matter?

But here we go.. (agak panjang, but hey..)

A Side of Me You Probably Never Read About..

I’m a tech blogger, but +Ramya Prajna mengingatkan bahwa, his exact words, “Tech Blogger juga manusia”. Corny, but it hits me. Jadi, izin sekali-sekali untuk sedikit bercerita sisi lain dari gue, yang semoga bisa berguna bagi orang banyak.

I’m a tech blogger, but I’m also a husband, a man, yang gak luput dari kekurangan. Gue pernah menikah, dan gagal, dan di pernikahan pertama itu, tidak dikarunai anak. Nobody’s fault, we’re just not right for each other.

Hidup mulai berubah disaat gue kenal Nucha, yang pada saat kenal, Nucha hendak menjadi istri seseorang. Gue? gue dalam proses perceraian. Ironis! Yang satu mo kawin, yang satu mo cerai. Kenal sebatas kenal, berteman, baru setahun lebih sejak perkenalan itu, baru kita dipertemukan lagi, setelah berbulan tidak, just to find out that… I finished my process while she… cancelled her wedding! Sebagai Leo yang percaya segala macam bentuk pertanda yang berbau romantis, langsung dong, (kalau kata anak lama), GEBET!

Tulisan ini bukan tentang kisah cinta gue sama Nucha, tunggu, ini lebih dari itu.

Kami menikah 15 September 2012, di saat itu, kami belum 2 tahun pacaran. Pertemuan yang singkat, rasa yang kuat, meyakinkan saya untuk berani bilang she’s the right one. Mungkin itu cuma gue. Kalau Nucha ditanya kenapa dia memilih gue, dengan tenangnya dia bilang “Ada yang ngelamar, kalo aku tolak, pamali ah nanti, jadi aku terima deh!” LAH!

Alhamdulillah, up till today, almost 3 years now, never a day I doubt Nucha is really the one. We barely fight, we complete each other, we love everything about each other, our marriage is almost perfect! Almost. One thing missing was, a child. 

*
Sebelumnya, sedikit mengenai alasan kami berbagi ini adalah karena beberapa kejadian di saat kami berbagi ke teman dekat kami endingnya, banyak yang japri, bertanya kepada kami prosesnya secara detail. Dan ternyata, mereka bertanya bukan untuk dirinya, tapi untuk teman-temannya yang juga sedang mengalami hal yang serupa. “Tolong tanyain Ario & Nucha dong, gue belom kenal, ga enak mau ngobrol langsung”. That kinda thing.
*

Yes. Houston, we had a problem.

Sebenarnya sebelum menikah sedikit gue ngerasa kalo masalah ini akan terjadi (berdasarkan pengalaman dari pernikahan pertama), tapi sedikit berharap, ah siapa tahu, dengan Nucha, berbeda.

Gak juga sih. Sama kok. Nucha memang juga mengantisipasi ini. Dia tahu kalo gue gak dapet anak dari pernikahan pertama. Jadi dari awal menikah, 6 bulan pertama gagal hamil, kami langsung periksa. We both want a child pretty bad.

Brawijaya Woman and Children Hospital


Rumah sakit pertama yang kami kunjungi atas rekomendasi dari beberapa teman. Pertemuan pertama waktu itu menghasilkan keputusan bahwa Nucha telurnya banyak, tapi tidak cukup besar, atau istilah kedokterannya PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) yang menyebabkan Nucha irregular period. Pemeriksaan belom sampe tuh ke gue. Nucha diberikan beberapa vitamin seperti asam folat dan Diphten yang bertujuan untuk “mematangkan” telur-telurnya dan membuat mens-nya teratur.

Selain itu, dokter juga menentukan masa subur Nucha dan menyarankan kita untuk berbuat di tanggal-tanggal yang dia sebutkan.

Result? Nothing.

Nama dokter? kalau benar ingin tahu dokter2 yang pernah kami temui, japri aja ya 🙂

The Jakarta Women & Children Clinic (JWCC)


Klinik yang terletak di Jalan Prapanca ini sangat dekat dengan Brawijaya tadi. Beberapa teman pun menyarankan kami untuk kesini. Dokter disini sangat meyakinkan dengan ijazahnya dari luar negri, dan tentunya bahasa Inggrisnya yang sempurna. Well, jujur, kami pun senang dijelaskan beliau secara detail. Cara menjelaskannya, enak. Kami merasa cocok. Suster-suster dan bagian administrasinya pun bersahabat, mereka ingat kami, semua, selalu!

JWCC tidak murah, tapi kami tidak peduli asalkan kami mendapatkan apa yang kami mau. Saat itu, kalau saya tidak salah ingat, biaya termahal sekali datang, meliputi harga dokter, laboratorium untuk tes darah dan sperma, sekitar 7 juta lebih. Berikutnya sekitar 1 juta per visit, termasuk biaya konsultasi, USG dan vitamin.

Dokter tidak menemukan ada yang salah dengan kami. Dokter Andrologi pun menyatakan saya sehat-sehat saja. Jumlah yang cukup, kualitas yang bagus di sperma saya, membuat mereka PeDe! Lagi-lagi, mereka memberikan penguat yang sama seperti dokter di Brawijaya. Asam Folat (Folic Acid) dan OvaCare, obat untuk mematangkan telur Nucha.

Selama 6 bulan program dan gagal, dokter menyimpulkan bahwa the problem was in Nucha, menurutnya Nucha memiliki imbalanced hormones karena Nucha stress dll. Buat kami, itu unexplained infertility. Lalu dokter menyarankan kami liburan, santai, untuk tidak begitu memikirkan. Kita pikir, mungkin ada benarnya. Orang tua pun suka berkata demikian, rejeki, keturunan, sudah ditentukan oleh yang di Atas, kita hanya bisa menerima. Fine, so we did. Kita jalan-jalan ke Melbourne dan Perth saat itu. Kebetulan napak tilas ke tempat gue dulu sekolah.


Still, OZ was great as always. I love Australia, I love our trip, I love us, I love Nucha. Nothing wrong with the trip, except?…… yeah, we failed. Again. 

There are times when after she got her period, we went for a dinner, at a small French restaurant at Cipete, called Epilogue, and cried! Gak tau kenapa, harus di resto itu, nangis ya disitu terus, untuk beberapa bulan. Breaks my heart to see her sad.

RSIA Budhi Jaya – Imunologi

A thing about Nucha, she loves research. Nucha adalah dosen di Paramadina, setelah mendapatkan gelar Master of Politics di UI dan Sarjana di Paramadina. Nucha juga pernah bekerja di salah satu lembaga riset besar di Indonesia, dan juga di konsultan politik. She is damn serious about research.

Hasil risetnya, membawa kita ke ahli imunologi di RSIA Budhi Jaya, di Jl. Soepomo, Tebet. Sampai saat ini, ilmu imunologi masih kontroversi, beberapa dokter lain tidak sependapat dengan ilmu ini.

Imunologi adalah ilmu yang menyatakan bahwa tubuh Nucha, ternyata membangun imun atau antibodi yang begitu kuatnya, sampai sperma saya pun, ditolaknya. Nucha pun tidak pernah sakit sejak menikah dengan saya. Sama sekali! Ternyata, justru sperma gue yang gak dikenal ini malah menguatkan Nucha.

Indikator imunologi ini mirip kelipatan kode binary. 64 – 128 – 256 – 512 – 1024 – 2048 – 4096 – dst dst… Saat itu, dinyatakan sistem imun tubuh Nucha terhadap sperma gue mencapai angka diatas 2 juta! Perlu turun ke angka normal hingga dibawah 1000 untuk bisa hamil. Caranya? Terapi.

Terapi yang dimaksud adalah yang mereka sebut Paternal Leukocyte Immunization (PLI). PLI adalah terapi yang mengambil darah dari pihak suami, untuk dipisahkan darah putihnya, dan disuntikkan ke istri, setiap 3 minggu sekali. Tujuannya, biar darah istri “akrab” dengan darah suami. Setiap suntik harganya sekitar 1 juta, if you must know.

Selain itu, Nucha pun harus melakukan food test, untuk menentukan pantangan makannya. Saat itu dia tidak boleh makan ayam, kedelai, telur, seafood air laut (ikan air tawar dan payau boleh)… .. . A bit torture ya!

Days, weeks, 8 months go by that we finally reached the desired number. Semua kita lakukan demi… demi! Makan jadi pilih-pilih, bolak balik ke Tebet untuk suntik, all those cost,….

Ditambah, Nucha pun dikatakan ada saluran tubapalofinya yang tersumbat. Solusi dengan diathermi, pemanasan, pun harus dilakukan secara intensif untuk membuka saluran yang tersumbat itu. Nucha sampai 2x hidrotubasi dan 20x diathermi.

Tapi kok belum hamil juga? Memang, secara paralel, sambil Nucha terapi, sperma gue juga diperiksa kualitasnya. Dokter Androlog di sini, berbeda pendapat dengan Androlog di JWCC. Sperma gue lemah, jumlah oke, tapi yang bergerak cepat, sedikit. Kampret. Apalagi nih? :”))

Sambil Nucha terapi pun, gue dijejelin banyak vitamin, banyak zinc (zat besi)! Gak bener2 juga. Ternyata,.. gue.. ada.. Varicocele (baca: varikokel). Harus dioperasi. Gampangnya, Varicocele adalah varises. Sama seperti yang ada di betis itu lhooo, tapi bedanya ini di … maaf, biji! Ouch! I tot that was it. I tot they were gonna cut off my balls and stuff. Gue divonis udah Varicocele Grade III. Artinya, mempengaruhi kualitas sperma. Kata Androlog, dan kata, well, riset. (Varicocele on Wiki)

Lebih jelasnya lagi, mungkin analoginya gini…
Biji itu pabriknya, kantongnya itu danaunya. varises (pembengkakan pembuluh darah) di danau ini tercemari pembuangan dari pabrik tetangga, ginjal namanya. Pembuangan sisa ginjal yang harusnya terbuang langsung menjadi air seni, tampaknya nyasar ke danau tadi. Akibatnya, hasil apapun yang dihasilkan oleh pabrik (biji) tadi, terpolusi. Hancurlah kualitas sperma gue.

I made it sound easy? but damn, it was hell to have heard that. 

Sam Marie

Harus dioperasi! Saluran pembuangan dari ginjal tadi, yang sudah terkena varises, harus di tutup, dan diarakan kembali menjadi air seni. Operasi tadi akhirnya dilakukan di Sam Marie, selama 2-3 jam, tanpa menginap dengan biaya sekitar 10 juta. Bagus sih tanpa menginap. Tapi 2 jahitan yang terletak sedikit di bawah pinggang itu mengakibatkan saya tidak boleh berolahraga selama 2-3 minggu. Tapi demi…. demi…

Dokternya adalah urolog, bukan ginekolog. Dokter yang begitu santai ini sukses mengoperasi gue, dan bilang, “lihat 3-4 bulan, sperma kamu kualitasnya akan naik”.

Loh Guan Lye – Dr. Devindran

Setelah operasi dan sambil kami masih menjalani PLI, dokter di Budhi Jaya kembali menemukan sumbatan pada saluran tubafalopi Nucha (padahal sudah 2x hidrotubasi). Beliau menyarankan Nucha untuk Laparoskopi. Tiba lah saatnya Nucha mencari second opinion, apakah benar harus Laparaskopi? Kenapa gak dibilang dari dulu? Apa lagi ini laparoskopi? Proses masuknya kamera dan beberapa alat lainnya ke rahim Nucha untuk membersihkan segalanya yang perlu dibersihkan. Kami sepakat ingin konsultasi ke dokter di luar Indonesia, tapi clueless harus ke mana, rumah sakit apa dan dokter siapa.

Kebetulan kami mengikuti kisah Andra @alodita, yang juga menjadi fotografer prewedding kami, yang begitu tegarnya bersama suaminya, @AbenkAlter, menjalani proses yang lebih berat dari kami. Baca kisahnya disini.
Nucha mengikuti kisah Andra dan Abenk berobat ke dr. Devindran di Penang dan sangat tertarik untuk meminta pendapat di sana.

Hasil iseng mencoba membuat janji dengan dr. Devindran, entah apa yang alam semesta coba katakan ke kami, tapi kami bertemu Andra dan Abenk disaat mereka sedang berobat juga. Saat itu mereka dalam proses IVF (bayi tabung) yang, sudah berhasil, sudah hamil! What a coincidence that we bumped in to them. 

Hasil pertemuan pertama dengan dr. Dev pun tidak begitu membahagiakan. Sperma gue masih ancur, yang cepat, sama sekali tidak ada, ZERO!. dr. Dev pun menyarankan kami untuk IVF. Berbeda dengan dokter di Budhi Jaya, dr. Dev justru tidak menyarankan Nucha untuk laparoskopi, karena beliau tidak menemukan sumbatan di rahim Nucha. Ada beberapa diagnosa yang berbeda juga dengan dokter di Jakarta, menurutnya, Nucha tidak memiliki PCOS, dan tidak memiliki imbalanced hormones. Nucha dapat berovulasi dengan normal.

Pertemuan pertama untuk melihat apa yang salah dengan kita, total biaya untuk seluruhnya, di bawah 4 juta. Biaya ini meliputi; biaya konsultasi, cek darah gue dan Nucha, cek sperma gue, papsmear Nucha, biaya USG, vitamin gue dan Nucha. Tentu jauh lebih murah dibanding biaya dokter lain yang pernah kami datangi. Plus, semua hasil tes darah dan sperma didapat dalam waktu 3 jam saja! Lumayan.

Saran dr. Dev pada pertemuan pertama ini, kalau sampai bulan depan Nucha belum hamil, beliau baru akan melakukan Laparaskopi. Nucha pun segera cek biaya dan bandingkan dengan rumah sakit di Jakarta, dan ternyata lebih murah (sedikit). Sekitar 22 juta (kurs ketika itu)

Pertemuan kedua, sebulan kemudian adalah untuk Laparoskopi tadi, sekaligus tes sperma kedua. Membaik, dalam arti, persentase sperma yang bergerak cepat, naik. Menurut dr. Dev, mungkin ini hasil dari hidup sehat yang gue jalanin (gak ngerokok, alkohol, makan sehat dan olahraga). Diagnosa dr. Dev atas Laparaskopi Nucha adalah beliau tidak menemukan adanya hal signifikan dalam rahim Nucha, hanya ada sedikit penebalan dinding rahim yang baru terjadi, dan langsung dibersihkan dr. Dev. Laparoskopi Nucha di Loh Guan Lye berjalan lancar dan ternyata tidak perlu menginap, kami bisa langsung kembali ke hotel dan beristirahat di hotel. Tidak ada sumbatan seperti yang dikhawatirkan oleh dokter di Jakarta. Kemudian dr. Dev menurunkan sarannya menjadi Inseminasi.

Untuk yang belum pernah mendengar proses-proses ini, gampangnya adalah:

  1. Inseminasi adalah proses potong jalan. Sperma langsung maju ke tempat yang lebih dekat ke telur. Jadi setidaknya usaha berenangnya, lebih minim.
  2. IVF (Bayi Tabung): Proses pembuahannya di luar. Sperma dan telur ditemukan di luar, baru dimasukkan ke rahim, bareng-bareng.

Insem lebih cepet, lebih murah. IVF lebih mahal, lebih lama.

dr. Dev menjadwalkan kami untuk melakukan inseminasi di pertemuan ketiga nanti, menurutnya kami bisa melakukan pembuahan secara alami. Beliau menyarankan dalam 3 bulan setelah Laparaskopi ini untuk mencoba alami, tapi jika Nucha belum hamil juga baru dilakukan Inseminasi.

Vibe yang kami dapatkan dari dr. Dev sungguh bagus. Bagian yang paling saya suka dari dr. Dev adalah:

“So Doc, when do we have to have sex? What are the days?”
“You don’t worry about the days. Do it every 2-3 days. Don’t think about the dates, just make love”

Kita dibuat sadar, berapa banyak sex yang tadinya kita nikmati sebagai pasangan suami istri, berubah menjadi suatu kewajiban? bercinta dalam tekanan, tekanan untuk menghasilkan. Menghitung tanggal subur, bercinta disaat yang sebenarnya kami lakukan adalah, membuat anak. Sayang, itu beda.
Kami pulang seperti dengan harapan baru.

Bagian yang paling Nucha suka dari dr. Dev adalah, setelah melihat hasil tes sperma gue:

“So Doc, with this amount of active sperm, do you really think i can conceive naturally?”
“You don’t have to calculate everything Nucha. It’s not your job. Just make love”

Kami harusnya kembali 3 bulan setelahnya. Namun kebetulan saat itu ada 2 sepupu yang menikah dan kami menjadi panitia di kedua pesta perkawinan. Artinya, kami sibuk. Tidak sempat terpikir untuk ke Penang dan Insem (catat, proses untuk Insem harus dilakukan di H+1 menstruasi untuk suntik ini dan itu). Kami sudah siap untuk kapan pun Nucha mens, untuk segera berangkat keesokan harinya ke Penang, untuk memulai proses inseminasi.

Tapi kok…..
gak mens-mens…..

Telat 3 minggu, kami maunya berharap Nucha hamil dong. Tapi, setelah 2.5 tahun dikecewakan oleh alarm palsu, kami tidak mau terlalu senang dulu. Tapi karena sudah terlalu telat, kalaupun tidak mens tapi tidak hamil, tetap harus dibuat mens. Oleh karena itu, dibeli lah 2 merk testpack yang berbeda.

Hasilnya….

Iya,.. Hamil :”))

2 garis yang gue sangka ga akan pernah gue liat dalam hidup gue, hadir juga. I swear to God. I broke down and cry in tears of happiness. Garisnya TEBEL! 2 testpack menyatakan hal yang sama. We kept it to ourselves. Hari itu juga kami langsung ke dokter, untuk periksa, apakah benar?

Bener kok. Sampe sekarang, Nucha hamil 5 bulan :))

Things We’ve Learned

One..
We conceived normal. Segala ketakutan untuk menjalankan insem atau IVF, kami berhasil secara normal. Iya, that make love I mentioned earlier got us a child on the way. So, insyaAllah bisa dibilang…. we’re healed?  Amin.

Two..

It was never a one thing. Bagi kita, ga ada 1 dokter, 1 rumah sakit, 1 jenis pengobatan. Nucha found Yoga calmed her ways. Dia lebih “lepas”, berserah, dan yang pasti gak overthinking lagi setelah menemukan Yoga. Gue? gue sports freak. Mulai dari sepak bola seminggu sekali, basket seminggu sekali, lari, freeletics, bahkan Yoga gue cobain. Ditambah makan sehat. Dan semua proses tadi di atas? It was a collective effort.

Three..
Don’t give up. Jangan maksa, tapi juga jangan nyerah. Gue percaya cinta Nucha ke gue, dan gue percaya Nuchalah ibu dari bayi gue. I have never experienced the kinda happiness like I have with her. Bagi gue, moso sih, hubungan sebaik ini gak diberkahin? Semua cuma semacam ujian kesabaran, kekuatan cinta kita. We’ll get there. Don’t know when and how, but we will, we will. 

Four..
Team work. Gue pasrah dengan ambisi Nucha untuk mengajak ke dokter ini dan itu, melakukan treatment ini dan itu. Menjadi partner yang kooperatif jadi salah satu support yang berarti buat pasangan. Gue percaya, dengan pergi ke dokter ini dan itu, mencoba treatment ini dan itu dengan sabar tanpa ngedumel, pasti ada hasilnya. Bagi kami, gak ada perjuangan yang sia-sia, pasti membawa kita ke titik yang lebih baik. Walau kadang hambatannya soal kesibukan, but there’s always a time, you make an effort. 

Gue & Nucha sharing ini berharap bisa berguna untuk siapapun yang membutuhkannya.

For husbands, I know how hard it is to admit that we are the the cause of infertility. For us, I’m the bigger factor. But the longer, the harder you try to hide it, well,.. It doesn’t help.

For couples reading this, I have this fear that all these, global warming, mutation of diseases, genetics, or chemical we use to preserve our food, can lead to infertility. Our message is, don’t be afraid, you are not alone. Share, feel less alone.

Your story can be different from us. Our story, our ways may not work on you. We don’t know, we’re not the expert.

Abis tulisan ini diluncurkan, gue akan buka sesi tanya jawab di Periscope gue @sheggario. Nucha akan ikut. Nanti akan dikabarkan lewat twitter (@sheggario), kapannya. Mudah-mudahan, mudah-mudahan….

Thank you for the opportunity to share, hope its useful, somehow,..

Your beloved,
Ario & Nucha.

PS: Tulisan ini sudah di proofread oleh Nucha. Dan, beberapa teman kami khawatir apakah baiknya kami menuliskan ini sesudah lahiran. Mungkin iya, mungkin pamali. Tapi inti dari cerita ini adalah perjuangan kami untuk hamil, yang sudah merupakan perjuangan yang panjang dan lumayan berat.
Bukan untuk riya, apalagi pamer, tapi justru untuk mendukung yang membutuhkan. Kami sadar beberapa teman kami yang lain pun masih berusaha, and friends, if you’re reading this, we’re with you, all the way, support you to not give up. Terima kasih untuk yang sudah mengingatkan, kami serahkan kehamilan ini sepenuhnya ke Yang Maha Kuasa. Mohon doanya.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

93 comments

  • Asliiikkk!! Bacanya sampai mau nangis
    Terima kasih udah sharing. It must be hard but hey…
    Alhamdulillah, yang dinantikan tiba juga. Ikut berbahagia tentunya.
    Dan ikhlas… ga pernah sia-sia. Terima kasih sudah mengingatkan 🙂

    Salam untuk istrinya. Semoga kehamilannya sehat selalu, lancar sampai proses persalinan.

    Salam,

  • Proses yang panjang dan gak mudah, akhirnya berbuah manis :') Semoga dilancarkan semuamuanya sampe proses kelahiran yak Ario dan Nucha. Aamiin

  • So happy for you, Guys. Sehat-sehat ya semuanya 🙂

    • Acho! Thanks ya sob, kapan lagi kita ngobrol2 kaya kemaren? 🙂

    • Selamat ya mas
      semoga ibu dan bayi nya sehat,
      Kita juga mengalami hal yg sama,
      Bahkan saya dapat link ini dari isteri.
      Bacanya saya sampai mau nagis.
      Bermanfaat sekali utk saya, yg sama persis dengan yg mas alami, (prosesnya, vonis dokter, saran yg harus kita lakukan) tapi kita belom sampe penang.
      Ini akan jadi motivasi untuk saya khususnya.
      Make love for love. Dont think about dates. Just make love.
      Makasih banyak share nya ya mas 🙂

  • Perjuangan yang luar biasa. Semoga dilancarkan sampai kelahiran bayi hebat kalian.♡♡Ario&Nucha♡♡

  • Thanks for sharing this, I really, really hope the best for you guys 🙂

  • Selamat kak Ario & kak Nucha �� sehat selalu calon ibu dan baby nya.. Smoga aku cpt menyusul kak Nucha yaa.. Akupun married sejak Desember 2012 dan sampai skrg msh berusaha ��

  • Woww perjuangannya luar biasa.semoga dedek bayi nya lahir sehat yaa.amin ?

  • Luar biasa Om Ario. Ditunggu kelahiran juniornya.

  • Congratulation for you and Nucha! Hope all goes well!

  • Membaca paragraf ke paragraf bikin deg-degan.
    and wow. usaha keras itu tak akan menghianati 😀
    ditunggu kabar berikutnya, lahiran.

  • Setelah baca ini, belum kawin aja udah bisa ngerasain sensasinya berumah tangga

  • Subhanallah, Alhamdulillah, Allah is great…sehat selalu ya nucha, semoga lancar semuanya aamiin…salam kenal mas…ijin share ya…

  • Anjis gue gagal manly baca ini. Terharu sob.

  • Congrats ya mas . Sy kisahnya mirip. Nunggu 6 thn, sudah terapi dan minum obat macem2. Akhirnya desperado dan berhenti berobat. Selanjutnya memilih cuek dan sibuk kerja. Ketahuan hamil udah 2 bulan lebih

  • asli, yo. g terharu. CONGRATS ya…. mantep abis. you guys really rock…

  • :") semoga lancar2 yaa mas Ario & mba Nucha! Amiiin

  • Ariooo, Congrats ya! Moga lancar sampai hari kelahiran. Terharu baca perjuangan kalian. :')

  • Been there before! Berjuang selama 4tahun supaya bisa hamil & alhamdulillah saat ini dikaruniai 5mos babygirl. Sehat & selamat untuk mommy&baby nya, sebentar lagi ketemu sama yang dinanti-nanti 🙂

  • Kak, congrats! Semoga sehat kak nucha dan baby nya..
    I love the words:
    Don't give up. Jangan maksa, tapi jangan nyerah. Semua cuma semacam ujian kesabaran, kekuatan cinta kita. We'll get there. Don't know when and how, but we will, we will.

    Well, congrats once again!

  • Hallo kak ario, kita sempet satu KI loh di KIJ 2 di SD Kembangan.. Gue dapet postingan ini setelah di share temen gue di path..
    Tulisannya bagus! Inspiratif.
    Eniwey selamat ya kak dan istrinya, semoga dedek bayinya sehat terus.

  • selamat Pak Ario dan Bu Nucha
    semoga sehat dan bahagia selalu
    saya nangis terharu bacanya :))

  • Terharu. Selamat ya. Didoain lancar sampai lahiran. Tugas berat berikutnya, Io, setelah anak lahir. :p

  • Terharu bacanya… Selamat yah Ario & Nucha, pasangan yang selalu mesra 🙂 gue juga dulu melewati proses #TTC ke dokter dan shinse sblm hamil anak pertama, tapi nda ada apa2nya dibanding perjalanan kalian. Semoga lancar terus sampai melahirkan dan setelahnya ya :))

  • It's beautiful, I cry a lot reading this.
    Congratulation :))

  • so inspriatif. thanks you for sharing moga kehamilannya lancar sampe proses persalinan dgn bayi yg sehat :")

  • Alhamdulillah ya, Pak.
    Semoga Ibu dan Dede bayi dlm perutnya selalu diberikan Kesehatan dan dimudahkan dlm persalinan nanti.

    So, inspiring.

    God plans always be good plans 😉

  • Ariooo & Nuchaaa. Dibalik wajah lo yg selalu ceria ternyata you were going through a lot. Happy & mewek baca cerita lo :') Congrats! Btw, effort kalian sih gokilll. Praying for the baby & the mom, healthy sampai saatnya nanti, and safe delivery.

  • Congratulations for both of you! Semoga lahirannya nanti lancar dan bayinya sehat. Amiiin.

  • Alhamdulillah..aku sm suami jg lg berjuang buat dpt momongan,,doain biar happy ending ky kalian…slamat yaah mas&mba

  • Congrats ya ariyo and nucha!
    Such a inspiring story that u guys have…
    smoga aku dan istri bisa se happy ending kalian…amiin!!!

  • Congrasss masss…saya sama suami masih berjuang, doain bisa cepat nyusul kayak mba nucha…thanks for sharing this.

  • Selamat mas ario dan mba nucha… semoga kami bisa segera menyusul.. terimakasih atas cerita yang sangat menginspirasi.. salut dengan perjuangan dan ketegaran mba dan mas…

  • Selamat buat mas ario dan mba nucha
    Zemoga sehat calon baby dan mama nya amin
    Smpe menetezkan air mata

  • Ario & Nucha….congrats ya…..:-)

  • Congratzzz ya ario and nucha sehat terus sampai lahiran nanti ?

  • Saya sudah hampir 4 tahun menikah..tp Alloh belum memberi kepercayaan untuk memikiki keturunan..usaha sudah dilakukan tp belum semua karena terbentur biaya.. Berbahagialah ario dan nucha yg sudah diberi kepercayaan.. Smoga bayi dan ibunya sehat .. Diberi kelancaran dalam persalinan.. Amin ?

  • Sangat menginspirasi. Terlihat sekali adanya kerja sama, saling support, dan tentunya tidak saling menyalahkan pasangan. Tetap semangat bagi yang masih berusaha. Semuanya mudah bagi Alloh..

  • Kenal Ario udah bertahun-tahun. Melihat semuanya dari awal memulai hingga kegagalan pertama. Pada akhirnya Tuhan ga buta, dan satu Hal yang pasti adalah kalau orang baik akan diberkahi dengan kebahagiaan tanpa henti. I'm happy for you, Bro!! God bless you, Nucha, and your baby. Hugs.

  • Hai Mas.. Congrats dan turut bahagia dgrnya..

    I feel you guys, saya punya kasus PCO dan Hydrosalping yang sudah di Laparoskopi juga. Kurang lebih usahanya hampir sama (kecuali ke Penang :p). Jadi semangat baca postingan ini, saya juga baca blog Alodita dan bikin terinspirasi untuk menuliskannya juga.. Walaupun belum berhasil, tapi jadi makin semangat dan terharu banget baca ini.

    Semoga dengan sharing kita bisa sama-sama membantu pejuang TTC diluar sana.. 🙂

  • Congrats Ario & Nucha…

    kebetulan gue juga abis operasi varikokel 3 bulan yg lalu. Gue penasaran, berapa lama setelah operasi varikokel, kalian memutuskan untuk ke dokter dev?

  • inspiring!!! thank you for sharing!
    and congrats for you and your lovely wife!!! i pray for a smooth pregnancy journey for both of you!!
    🙂

  • Tanggal pernikahannya sama..aku juga menikah di tgl 15 September 2012 dan saat ini aku masih berjuang untuk diberkahi keturunan,,,thanks for sharing…

  • Pus1n9 b4c4ny4 bahasa campur…tp finalnya insem yah

  • Semoga dilancarkan dan penuh berkah.. amin

  • perjuangan banget ya, salutttt,,,

  • Thank you for sharing.. sangat menginspirasi

  • congrats ario & nucha, happy for both of you! soon to be welcomed to the parenting world

  • Wow! Such an inspiring story. Gw nangis bacanya. Terharu biru! Selamat ya buat kalian berdua. Ikut seneng. Sehat dan lancar2 trs sampe lahiran ya.

  • Keren sharingnya Mas & Mba Nucha. Sangat menyentuh & memang segala sesuatu tetap kita berserah pada Sang Khalik disaat segala upaya sudah kita lakukan. Yang penting jangan menyerah, tidak mengeluh, & tetap optimis secara positive.

    Lancar2 ya sampai persalinan. Kalianpun diberikan kesehatan, terlebih calon mama & calon dede bayinya. God Bless…

  • Halo Mas Ario& Mba Nucha..sebelumnya, selamat yaa..senang kalo baca cerita #TTC yg berhasil..
    Baca kisahnya kok berasa dejavu yaa, saya dan suami juga punya berjuang hamil hampir 7 tahun sebelum akhirnya diberi anugrah kehamilan. Pernah juga menjalani terapi PLI dgn Dr. Indra sampai 2 cycle, divonis punya masalah hormon juga, suami didiagnosa punya lazy-sperm juga..your story is our story, only a bit longer 🙂
    Sekali lagi, selamat yaa, semoga lancar sampai kesayangannya hadir..begitu pertama kali jumpa si buah hati, all those tears and heartbreaks are gonna be forgotten 😉

  • ~Sabtu, 25 Juli 2015, di Medan (ceritanya lagi mudik)
    Ditengah jalan menuju Laundry 5asec Medan, buka-buka Facebook dan liat ada link blog ini lagi rame di share orang-orang. Karena penasaran akhirnya ikutan baca. Reaksi pertama iihhh sedih tapi haru banget ceritanyaa huhuuu, reaksi kedua, langsung kirim link nya ke Kakak geu yang udah 3 taun ini blom dapet momongan, dan juga forward link ini ke temen gue yang Kakak nya udah 6 taun belum dapet momongan. Abis itu, bawa link ini ke group LINE dan bahas rame-rame, ternyata yang lain juga ada yang udah baca.

    ~Kamis, 6 Agustus 2015 di Klinik Kebidanan RSPI.
    Karena udah telat beberapa minggu, udah test pack positive juga, akhirnya pulang dari Medan mutusin untuk bikin jadwal sama dokter Aswin. Jam 3 sore sampe klinik Kebidanan RSPI, langsung cari tempat duduk yang deket ke ruang praktek dokter Aswin. Dapet nomer urut 9, di sekitar jam 3-an. Sambil duduk merhatiin orang-orang yang lagi ngantri juga. Ihh ada cewek cantik banget, lagi ngantri juga sama suaminya, eh tapi busetttt kemeja laki nya PINK banget warnanya, gokil..gokil… tapi beneran, cantik banget istrinya.. kurus tinggi langsing.. pasti kehamilan pertama nih.. (sambil berkaca sama diri sendiri yang lagi hamil kedua dengan start berat badan 77kilo :D) nggak lama kedengeran suster manggil "NUCHA AYUNINGRUM" weeiitssssss kayak familiar nih namanya… tapi sama nggak ya Nucha ini sama Nucha yang gue baca di blog beberapa minggu lalu… sambil ngeliatin pasangan si istri cantik dan suami kemeja pink itu masuk ke ruang dokter Bramundito… trus saking kepo nya gue browsing lagi dong blog cerita tentang kehamilan Nucha.. pas liat foto pemilik blog nya.. eh bener, ini dia si suami ber-kemeja PINK… he he

    Sekian dan salam kenal ^_^

    @cikasugeng

  • ~Sabtu, 25 Juli 2015, di Medan (ceritanya lagi mudik)
    Ditengah jalan menuju Laundry 5asec Medan, buka-buka Facebook dan liat ada
    link blog ini lagi rame di share orang-orang. Karena penasaran akhirnya
    ikutan baca. Reaksi pertama iihhh sedih tapi haru banget ceritanyaa huhuuu,
    reaksi kedua, langsung kirim link nya ke Kakak geu yang udah 3 taun ini
    blom dapet momongan, dan juga forward link ini ke temen gue yang Kakak nya
    udah 6 taun belum dapet momongan. Abis itu, bawa link ini ke group LINE dan
    bahas rame-rame, ternyata yang lain juga ada yang udah baca.

    ~Kamis, 6 Agustus 2015 di Klinik Kebidanan RSPI.
    Karena udah telat beberapa minggu, udah test pack positive juga, akhirnya
    pulang dari Medan mutusin untuk bikin jadwal sama dokter Aswin. Jam 3 sore
    sampe klinik Kebidanan RSPI, langsung cari tempat duduk yang deket ke ruang
    praktek dokter Aswin. Dapet nomer urut 9, di sekitar jam 3-an. Sambil duduk
    merhatiin orang-orang yang lagi ngantri juga. Ihh ada cewek cantik banget,
    lagi ngantri juga sama suaminya, eh tapi busetttt kemeja laki nya PINK
    banget warnanya, gokil..gokil… tapi beneran, cantik banget istrinya..
    kurus tinggi langsing.. pasti kehamilan pertama nih.. (sambil berkaca sama
    diri sendiri yang lagi hamil kedua dengan start berat badan 77kilo :D)
    nggak lama kedengeran suster manggil "NUCHA AYUNINGRUM" weeiitssssss kayak
    familiar nih namanya… tapi sama nggak ya Nucha ini sama Nucha yang gue
    baca di blog beberapa minggu lalu… sambil ngeliatin pasangan si istri
    cantik dan suami kemeja pink itu masuk ke ruang dokter Bramundito… trus
    saking kepo nya gue browsing lagi dong blog cerita tentang kehamilan
    Nucha.. pas liat foto pemilik blog nya.. eh bener, ini dia si suami
    ber-kemeja PINK… he he

    Sekian dan salam kenal ^_^

    @cikasugeng

  • Masya Allah another miracle grom God.
    Selamat ya mas Ario&mba Nucha.
    senang sekali baca ceritanya, karena saya punya kisah yang sama.
    HIDROSALPING dan Alhamdulillah saya jalanin dengan sabar pengobatannya oleh dr.Marly Susanti, SpOG, K.Fer di Hermina Bekasi. Sampai akhirnya saya mulai program hamil dengan diberikan Profertil, Vitan, dan 1obat lg saya lupa.
    Alhamdulillah punya suami yg kooperatif buat periksa ini itu, hanya sayang mama mertua rupanya kurang sabar, seminggu setelah saya menjalani program hamil saya disuruh ke RSIA Budhi Jaya langsung disuruh berobat ke ownernya. Mama mertua dapat rekomendasi dari temannya, yg anaknya setelah 5th berobat kemana2 berhasilnya sm dr.Ichramsjah, SpOG.
    Well akhirnya dengan terpaksa saya dan suami menuruti mama mertua untuk ke RSIA Budhi Jaya, tapi dari awal kami sudah katakan sudah tidak ada dana lagi, sudah habis untuk pengobatan hidrosalping, namun mama tetap memaksa dan mau menanggung biayanya. Dia yakin betul, kesana paling cuma konsul trs dikasih obat.
    Namun apa yg terjadi, sampe disana saya membawa hasil rekam medik, tes HSG, dan sperma suami seakan tak dianggap. Beliau hanya melihat sekilas, lalu USG itupun USG luar dan langsung memvonis kista.
    Saya???? Ya jelas bengong, lah wong di hermina gak ada kista waktu di transvaginal, makanya dokter lsg suruh HSG untuk liat ada penyumbatan ato tidak, krn di rahim bersih&bagus.
    Hari itu juga saya langsung disuruh diatermi 10x berturut, suami disuruh tes sperma, dan saya disuruh tes antibodi.
    Seminggu kemudian hasil dibacakan, sperma suami saya jumlahnya banyak diatas rata2(kayaknya karena minum madu El Sider) tapi tersisa 10% saja, 90%nya mati karena dibunuh antibodi saya. Waktu itu perbandingannya 1:65000 padahal min 1:64.
    Habis dibacakan hasil, langaung tranavaginal oleh dr.Ichnandy, SpOG hasilnya? Lagi2 menyalahkan kista, saya berani jawab ini kista dari kapan dok? Haid saya lancar gak sakit. :$
    Pas saya cerita di januari 2015 ke hermina di HSG bla bla bla…eh yang ada dia malah nyalahin hidrosalping, yang gak enakin dia bilang gini "Ibu tau kan kalo Hidrosalping susah punya anak, udh browsing?" Gak mau banyak ribut saya jawab udah. Ya emang udah, dan itu bisa disembuhkan jd saya gak khawatir. Dan dokter Marly pun meyakinkan saya kalo pasiennya dengan Hidrosalping yg lebih besar dari saya bisa hamil, waktu itu sudah 3bulan.
    Oiya di RSIA Budhi Jaya juga saya di suruh Laparoskopi untuk angkat kista dengan estimasi harga 28jt !!! Belum termasuk obat dan dokter. Hohohoho…Gilak!!!! Diagnosa jd macem2 gak karuan
    Untung disana gak terima BPJS, gak kerjasama dengan Prudential, dan saya gak punya uang cash segitu. Well ada sih, tp tabungan buat Umroh. Dan kalopun saya punya, saya gak mau operasi.
    Setelah pulang dari RS kita kasih tau hasilnya ke mertua, hehehe jiper juga dong dia. Tiap dateng ke dokter min.1jt trs pengobatannya gak ada yg murah.
    Untungnya uwaknya suami di Bandung SpOG juga, akhirnya kita konsul lg, dan dia tidak mendukung Laparoskopi, USG itu hanya citra(gambar) harusnya pakai kata2 "kemungkinan kista" how can be so sure kalo itu kista, itu bisa apa aja. Lagipula selama besarnya gak nyampe 5cm, gak sakit, gak ganggu siklus haid ya gak perlu operasi.
    Hanya saja untuk terapi PLI krn antibodi tinggi ya memang saat ini aja itu pengobatannya. Pesan uwak saya cuma 1, jalanin pengobatan sampe selesai di 1dokter, kalo belom selesai jgn pindah dulu. Pilih dokter yang buat kita nyaman. THAT'S THE POINT!!!

  • Untungnya uwaknya suami di Bandung SpOG juga, akhirnya kita konsul lg, dan dia tidak mendukung Laparoskopi, USG itu hanya citra(gambar) harusnya pakai kata2 "kemungkinan kista" how can be so sure kalo itu kista, itu bisa apa aja. Lagipula selama besarnya gak nyampe 5cm, gak sakit, gak ganggu siklus haid ya gak perlu operasi.
    Hanya saja untuk terapi PLI krn antibodi tinggi ya memang saat ini aja itu pengobatannya. Pesan uwak saya cuma 1, jalanin pengobatan sampe selesai di 1dokter, kalo belom selesai jgn pindah dulu. Pilih dokter yang buat kita nyaman. THAT'S THE POINT!!!!
    Yaudah tanpa permisi saya hentikan ke RSIA Budhi Jaya, saya masih mau nunggu hasil dari Profertil,dkk. Yg dikasih dr.Marly sambil terus berdoa memohon keturunan. Apalagi momennya pas Ramadhan kemarin, sekolah tempat saya mengajar libur total jd saya bisa istirahat&beribadah dengan tenang.
    Alhamdulillah, Allah menjawab doa kami. Setelah 12 hari telat haid, akhirnya saya memeberanikan diri untuk tes pack, takut di PHPin lg hehe..
    Akhirnya pada hari kamis tgl.9 Juli 2015 tepat seminggu sebelum lebaran saya tes urine jam 5.15 setelah shalat subuh.
    sangking pesimisnya, sampe2 mau dimasukin lg ke kantongnya itu tes pack karena yakim hasilnya negatif.
    Ya Allah rasanya gak percaya garisnya ada 2, tangan sampe gemeteran. Akhirnya saya tes lg pake merk berbeda, hasilnya sama.
    Sampe2 minta liatin mertua krn gak percaya..hahaha
    Sore harinya saya ke klinik dekat rumah, setelah di USG memang kista saya duluan yg keliatan ada 2 besar besar, dokternya aja sampe bingung "ini gak sakit kistanya gede2??" Hehe..ya saya jwb nggk.
    akhirnya saya ceritain perjalanan saya dari Hermina sampe RSIA Budhi Jaya. ALHAMDULILLAH dokternya cuma bilang "antibodi tinggi darimana, kalo antibodinya tinggi masa bisa hamil.." krik..krik..krik..krik….
    saya cuma senyum2 aja.
    Alhamdulillah ikutin kata hati, gak kebayang kalo saya akhirnya Laparoskopi&PLI mungkin saya akan kehilangan janin yg ternyata sudah berusia 6minggu.
    Masya Allah, ternyata waktu ke Budhi Jaya sebenernya saya sudah hamil, hanya saja belum terlihat.
    ALLAHUAKBAR…
    Pelajaran penting dari pengalaman saya dan mas Ario&mba Nucha adalah. Kalo mau ke dokter, cari yang buat kita nyaman dengan segala diagnosa, solusi, dan bahasa yg digunakan. Dokter yang baik adalah yg selalu support pasiennya dan mengajarkan arti pasrah&percaya atas takdir Tuhan.
    🙂

    Sekali lagi selamat, dan buat teman teman yang masih berjuang….semangaaaattt
    ;))

  • Untungnya uwaknya suami di Bandung SpOG juga, akhirnya kita konsul lg, dan dia tidak mendukung Laparoskopi, USG itu hanya citra(gambar) harusnya pakai kata2 "kemungkinan kista" how can be so sure kalo itu kista, itu bisa apa aja. Lagipula selama besarnya gak nyampe 5cm, gak sakit, gak ganggu siklus haid ya gak perlu operasi.
    Hanya saja untuk terapi PLI krn antibodi tinggi ya memang saat ini aja itu pengobatannya. Pesan uwak saya cuma 1, jalanin pengobatan sampe selesai di 1dokter, kalo belom selesai jgn pindah dulu. Pilih dokter yang buat kita nyaman. THAT'S THE POINT!!!!
    Yaudah tanpa permisi saya hentikan ke RSIA Budhi Jaya, saya masih mau nunggu hasil dari Profertil,dkk. Yg dikasih dr.Marly sambil terus berdoa memohon keturunan. Apalagi momennya pas Ramadhan kemarin, sekolah tempat saya mengajar libur total jd saya bisa istirahat&beribadah dengan tenang.
    Alhamdulillah, Allah menjawab doa kami. Setelah 12 hari telat haid, akhirnya saya memeberanikan diri untuk tes pack, takut di PHPin lg hehe..
    Akhirnya pada hari kamis tgl.9 Juli 2015 tepat seminggu sebelum lebaran saya tes urine jam 5.15 setelah shalat subuh.
    sangking pesimisnya, sampe2 mau dimasukin lg ke kantongnya itu tes pack karena yakim hasilnya negatif.
    Ya Allah rasanya gak percaya garisnya ada 2, tangan sampe gemeteran. Akhirnya saya tes lg pake merk berbeda, hasilnya sama.
    Sampe2 minta liatin mertua krn gak percaya..hahaha
    Sore harinya saya ke klinik dekat rumah, setelah di USG memang kista saya duluan yg keliatan ada 2 besar besar, dokternya aja sampe bingung "ini gak sakit kistanya gede2??" Hehe..ya saya jwb nggk.
    akhirnya saya ceritain perjalanan saya dari Hermina sampe RSIA Budhi Jaya. ALHAMDULILLAH dokternya cuma bilang "antibodi tinggi darimana, kalo antibodinya tinggi masa bisa hamil.." krik..krik..krik..krik….
    saya cuma senyum2 aja.
    Alhamdulillah ikutin kata hati, gak kebayang kalo saya akhirnya Laparoskopi&PLI mungkin saya akan kehilangan janin yg ternyata sudah berusia 6minggu.
    Masya Allah, ternyata waktu ke Budhi Jaya sebenernya saya sudah hamil, hanya saja belum terlihat.
    ALLAHUAKBAR…
    Pelajaran penting dari pengalaman saya dan mas Ario&mba Nucha adalah. Kalo mau ke dokter, cari yang buat kita nyaman dengan segala diagnosa, solusi, dan bahasa yg digunakan. Dokter yang baik adalah yg selalu support pasiennya dan mengajarkan arti pasrah&percaya atas takdir Tuhan.
    🙂

    Sekali lagi selamat, dan buat teman teman yang masih berjuang….semangaaaattt
    ;))

  • congratulations for you both.

    Ya,Gue percaya ini semua hanya ujian kesabaran dan kekuatan cinta.
    Gue & Suami menikah di bulan November 2012,dan sampai sekarang kami berdua masih berjuang,berusaha dan menanti. . .

    Buat mba Nucha,sehat terus ya.
    Semoga dilancarkan semuanya sampai proses lahiran nanti.
    Dan mohon doanya bagi kami yang masih menanti

  • Congratulation for you both. It was amazing !
    Terharu bacanya. Kalian berdua hebat, semoga Allah selalu berikan limpahan berkah dan kebahagiaan buat keluarga mas ario dan mba nucha. Salambuat mba nucha, sehat selalu mba.. 🙂

  • Congratulation for you both. It was amazing !
    Terharu bacanya. Kalian berdua hebat, semoga Allah selalu berikan limpahan berkah dan kebahagiaan buat keluarga mas ario dan mba nucha. Salambuat mba nucha, sehat selalu mba.. 🙂

  • Congratulation for you both. It was amazing !
    Terharu bacanya. Kalian berdua hebat, semoga Allah selalu berikan limpahan berkah dan kebahagiaan buat keluarga mas ario dan mba nucha. Salambuat mba nucha, sehat selalu mba.. 🙂

  • dapet link nya dari IG nya mbak Alodita, me and hubby udh 3 th lebih nunggu nya.. kasus nya hampir sama, varikokel… but in my case there are varikokel on both side (right and left).. alhamdulillah sdh dioperasi awal bulan agustus kemaren… keadaan finansial kita jg msh blm bisa sampe berobat ke penang hehehe… tapi kita konsultasi dgn androlog di bandung, jadi hampir tiap 2 minggu menempuh jakarta-bandung-jakarta…

    well… congrats ya Mas Ario & Mbak Nucha… semoga sehat selalu dan semoga keluarga nya senantiasa dilimpahkan oleh keberkahan dan kebahagiaan

    • mba, kita sama nii.. suami ku juga varikokel bilateral.. mba total operasi kemarin berapa total pengeluarannya mba? kebetulan aku juga tinggal di bandung. biasa kontrol ke dr. herman di limijati. suami mba operasi varikokel dimana? nginep atau langsung pulang mba? minta infonya mba. makasi'..

  • mas, aku mau tanya2, enaknya lewat sini aja ato pake apa yah? mau tanya ttg detail operasi varikokel.. suami jg varikokel.. dia disaranin operasi tapi masih takut.. takut hasilnya tambah jelek alias operasinya gagal. aku mau tanya, dulu mas nya operasi dimana? bisa langsung pulang dan kerja kah setelah operasi itu? apa operasi tersebut mengganggu aktivitas, misalkan terasa sakit atau apa? istri mas nya hamil berapa bulan setelah mas nya operasi? maaf banyak tanya mas, butuh info bgt nii.. saya ga tau harus hubungin mas kemana selain disini.. makasi' yaa ^-^

  • Subhanallah… Congrats for both of you…
    Thanks for sharing ya, mas… Kebetulan aku udah merid 5 thn en masih mau program lagi cos belum dapat hasil yang diharapkan.
    Oya, kalo mau konsul ke Dr. Dev, ngehub nya kemana ya, mas ario? Makasiy sebelumnya…

  • Tepat 3 bulan yg lalu direcomen temen buat baca blog ini, dan sangat menginspirasi, kisahnya sama persis, umur pernikahan pun sama, usaha yg dulakukan pun sama, setelah sebulan kmrn jd panitia kawinan sodara jugak, udh g program cm hdp sehat, makan sehat, yoga, olahraga apa aja,
    Saya pun hamil baru bbrapa minggu ini.
    Ini blog yg sangaaat mengispirasi

  • Seddddiih bacanya, selamat ya mas ario and mba nucha…aku juga lagi berjuang utk hamil dgn PCO. Mudah2an ga lama lg bisa nyusul hamil kayak mba nucha amiin

  • Waaaah senangnya baca ini. Selamat yaaa Ario & Nucha! Aku baru tahu kamu suaminya Nucha. XD

    (Aku temen kuliahnya Nucha btw)

  • makasih udah nulis blog ini mas ario dan mba nucha, gw lagi ada di proses itu ditambah lagi ada mslh yg lain. tp pas baca tulisan ini jd semangat lagi buat ngelanjutin program hamil.

    salut buat kalian berdua 🙂

  • Mas ario, ceritanya sungguh buat semangat..boleh tau kah nama obat untuk spermanya apa dari dr dev?