[VIDEO] Acer One 10: Full Review

[VIDEO] Acer One 10: Full Review
Laptop atau Notebook adalah tools atau alat yang kita gunakan untuk bekerja. Tools yang membantu kita berdaya, yang salah satu hasilnya adalah uang. Berbeda industry, berbeda pekerjaan juga berarti perbedaan kebutuhan dalam memilh Notebook. Anggap saja, Notebook adalah senjata yang kita pilih untuk memenangkan perang. Faktor lawan, medan dan waktu dari perang itu berperan untuk kita menentukan senjatanya. Akankah konyol, bila kita memilih senjata yang terlalu besar untuk memenangi pertempuran yang terlalu kecil. Konyol bila kita harus membunuh lalat dengan senapan.

Begitu halnya dengan memilih laptop. Notebook yang dibutuhkan oleh seorang penulis, entrepreneur, disain grafis, game developer, editor film atau mungkin animator akan berbeda. Hal ini biasanya diukur dengan spesifikasi dari Notebook tersebut. Mulai dari prosesor, ukuran layar, software yang ada, sampai, konektifitas, sampai harga. 
Perkenalkan, Acer One 10. Laptop multifungsi ini memiliki harga retail dibawah 4 juta Rupiah saja. Berapa? 4 juta. Iya. 
Jangan remehkan dengan harga itu hanya mendapat spesifikasi yang seadanya. Mari kita bahas beberapa fitur utamanya yang bila selesai membacanya, akan terheran dengan banderol harganya. 
1. Fleksibilitas
Notebook ini seperti transformer, bisa berubah-ubah bentuk. 
Notebook Mode
Display Mode
Tent Mode
Tablet Mode

Display dan Tent Mode berbeda jika kita bergantung pada tempat kita mendirikan One 10 ini. Tent mode akan lebih cocok di pesawat terbang saat kita tidak begitu puas dengan inflight entertainment yang ada, atau mungkin di dapur saat ingin memasak sambil melihat resep secara online. Sedangkan display mode bila kita mempunyai lahan yang lebih besar, seperti meja pameran atau di sekitar barang dagangan kita?

Tablet Mode ini adalah melepas layar dari keyboardnya. Iya, berarti semua mainboard, prosesor dan harddisk, terletak di balik layarnya. Berat akan berkurang banyak bila terpisah. Cocok untuk bekerja sambil berdiri atau mobile. Touch Screen tentunya. 
2. Baterai
Baterainya adalah cukup untuk bekerja selama 5 jam. Tapi..
Apa kekurangan Notebook? Salah satu kekurangan yang mungkin banyak tidak orang sadari adalah betapa beratnya charger yang harus dibawa-bawa. Berhubung ini adalah separuh tablet, maka cara mengisi ulang baterainya serupa dengan tablet. Dengan koneksi micro USB, berarti kita bisa menggunakan charger tablet, seperti yang disediakan. Ukuran yang cukup kecil, ringan dan, tunggu… berarti ini bisa menggunakan…. Iya, Powerbank!
3. Windows & Office 365
Harga 4 juta juga sudah termasuk Microsoft Windows 8 asli dan langganan Office 365 selama 1 tahun. Mereka asli, dan sudah berharga 2.1juta sendiri. 
Itu 3 saja sudah gila untuk harga dibawah 4 juta rupiah. Tapi bila masih kurang? 
Sebut saja: 
Intel Quad Core, 
Harddisk 500GB yang bisa ditambah menggunakan MicroSD hingga 128GB, 
RAM hingga 2GB.
Intel Graphics yang memungkinkan user untuk bermain PES 2015, 
2 camera (depan dan belakang) untuk video chat, 
Layar HD 1280 x 800,
Konektifitas Wifi, Bluetooth dan HDMI,
Memang, secara objektif memang perlu diakui bahwa Acer One 10 sedikit berat, tapi bila kita bisa mengurangi total berat yang mengisi tas dengan membawa charger yang ringan? Impas kan?
Alhasil, untuk pekerjaan seperti penulis yang tidak butuh aplikasi yang berat, entrepreneur atau businessmen yang membutuhkan laptop yang mobile (kecil dan relatif ringan) atau mungkin ingin membekali anak dengan laptop yang bersahabat di kantong tapi fungsi pembelajaran yang bisa didapatkan maksimal, Acer One 10 lebih dari oke sih. It fits its purpose. 

Dan, supaya lebih jelas lagi.. ini 3 video yang dibuat oleh gue, @andiraa, @shanibudi & @jozz_felix dari Helpdesk yang terupload di YouTube Acer Indonesia :))

Unboxing:

Review:
Fleksibilitas:

Kalo mau komen, disini aja yaa. (kenapa feeling gue gak enak ya, jangan2 yang dikomen guenya, bukan acernya)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments