Late post on #WWDC, my view & @putraditama.

Late post on #WWDC, my view & @putraditama.

Postingan ini agak telat yaaa.. tapi mudah-mudahan pendapat gw tentang Apple ini berguna buat pembaca blog ini.

Gw di Comma bareng Dika @putraditama & Fri @FakhriRasyidi, member & chief Comma, heboh sangat ngomongin #WWDC, World Wide Developers Conference-nya Apple minggu lalu. Hebohnya serius, debat cuy!..

Oke, sedikit menjelaskan tentang WWDC, yang memang merupakan ajang peluncuran produk baru dari Apple, ajang “pamer”. Produk-produk yang diluncurkan di WWDC kemarin ini adalah Mac OSX Mavericks, MacBook Air, Mac Pro dan yang paling ditunggu-tunggu, iOS7! pembaharuan dari segala macam iDevices.

Heboh dong nih, gw bangun jam 12 kurang 5 untuk siapin koneksi di AppleTV, nyalain laptop segala lah. Tapi, ternyata… koneksi rumah gak kuat untuk AppleTV! Sompret. Untuk twitnya Dika malem itu nyamber untuk nyaranin nonton di iPhone aja, yang ternyata bener, dengan resolusi makin kecil, otomatis lebih cepet. Nonton bareng virtual kita jadinya.

Gw jujur sih gak gitu excited nonton yang Mavericks, MacBook Air, bahkan MacPro. MacPro amazed me, yeah, but lets face it, I’m not gonna find a reason justifying why I have to buy <$2500 computers. I’m not a designer, video editor, nor 3D artist, nor any other profession that is needing the specs. Keren banget sih MacPro, tapi gw harus punya profesi-profesi yang gw sebut diatas, atau terlalu tajir untuk beli itu.

Kita lanjut ke iOS7. Sampe gw ngantuk nungguinnya, tapi akhirnya ada juga. Kenapa gw nunggu banget? karena ini sudah telat keluar. Banyak fitur yang ditawarkan Android, Windows Phone, bahkan BlackBerry 10 yang seharusnya sudah ada di iOS, atau lebih!.

Mulai dari locked screen, tempat utama yang dilihat orang ketika berkenalan dengan iOS7. My first thought was, “Hey, I’ve seen this before”. Locked screen-nya sangat sangat mirip dengan Windows Phone 8, yang ada di Nokia Lumia 920 gw. Di unlock dengan swipe bawah ke atas, bukan dari kiri ke kanan lagi. To make it more interesting, BlackBerry 10 does it the same, bawah ke atas juga. Okay, that’s 1 point.

iOS7 di klaim oleh Apple sebagai iOS yang paling besar perubahannya. Ini bener terlihat di tampilan keseluruhannya, terutama di design iconnya, di skema warnanya sampai di typography-nya. I call this new design, “fruity”, Fri bilang itu “candy-like”. Ini kontroversi karena ya memang subjektif. Some like it hot, some like it not. Tapi gw masih berharap Apple ada pilihan ganti theme, tanpa kita harus Jailbreak, install Winterboard, yang bikin berat. Atau setidaknya, bikin pilihan theme light & dark? Gimana?

Akibatnya, Jony Ive jadi bahan becanda deh….

Berlanjut dari design, beberapa yang agak “nyontek” adalah gesture. Selain unlock dari bawah ke atas, jangan lupa ada juga swipe dari kiri ke kanan di dalam apps, untuk balik ke halaman sebelumnya. Seperti di Mail, gesturenya di adaptasi dari BlackBerry, N9, MeeGo & apps Mailbox.

Control Center? yang digunakan untuk switch On/Off Wifi, Bluetooth dan panel-panel lain, akhirnya ada. Tapi, pengguna Android pasti seneng banget godainnya. Control Centernya ini.. Android bangeuuudd! bedanya cuma swipe dari bawah, dan backgroundnya blur. Gitu aja sih.

Inget software 1Password? yang menyatukan semua login & password-password dari semua website-website yang kita jadi membernya? nah ini ada iCloud Password, yang berfungsi… SAMA!

Perubahan juga ada di aplikasi-aplikasinya seperti Safari, Mail, Calendar, Tasks & beberapa lagi. Contoh, kalendernya bisa set “travelling time”, yaitu berguna untuk kita memperkirakan waktu yang kita butuhkan untuk berjalan dari tempat asal, ke tujuan, dan terintegrasi dengan iOS maps, yang kayanya sudah terupdate lagi, lebih bener sih katanya.

Ada juga fitur yang gak tau kapan akan kepake disini kaya “iOS in the car” yang terintegrasi di mobil-mobil yang gak tau kapan keluarnya, atau iTunes Radio yang sekarang baru tersedia di US.

Ada 27 fitur baru yang gak disebutkan selama #WWDC. Sisanya bisa dilihat disini.

Betanya sudah keluar sesudah #WWDC kemarin, tapi inget, BETA! walaupun bisa di-install tanpa kode developer, gw gak mau, kasian iPhone 5 gw, tapi juga penasaran at the same time. Beruntunglah @andiraa cukup nekat untuk install dan gw ada waktunya siaran ama dia. Gw coba lah.

Masih. Sangat. Buggy! banyak design yang jumpy, keputus, gak sempurna. Sering harus restart. Beberapa bagian looks nice, but in general, its still below my expectation. I think its more like an Alpha than a Beta. Sorry Jony, but this is worrying.

Pendapat gw, setelah berdebat panjang dengan Dika & Fri, Apple beranggapan bahwa dia tidak peduli bila dia bukan yang pertama, tapi mereka percaya mereka akan melakukannya lebih baik, which can be true most of the time. Hal itu dibuktikan dengan lahirnya iPod, dan iPad! iPod bukan MP3 player pertama yang ada di dunia, tapi jelas yang tersukses sampai sekarang, begitu juga dengan iPad. Tapi ingat, Apple tidak sepenuhnya mulus. Ingat Mobile Me? sebelum iCloud. Sukses? bahkan saya tidak lagi menggunakan iCloud tapi menaruh semua data di Google Contacts & Calendar lalu di sync di beberapa device.

Bagi saya, berbeda dengan Dika, Apple berubah dari product driven, menjadi market driven. Apple tidak lagi mendikte apa yang pasar butuhkan, seperti Steve Jobs mendikte market bahwa mereka membutuhkan dan menginginkan tablet, lahirlah iPad. Berubah ke iPad mini yang berusaha memenuhi kebutuhan market yang membutuhkan Tablet berukuran lebih kecil, karena kompetitor melakukan hal yang sama.

Menurut Dika, Apple ada cycle-nya dalam menciptakan produk. Ada jarak 5 tahun antara iPod & iPad dan sekarang belum dalam 5 tahun sampai akhirnya mereka ada breakthrough lagi. Dika also thinks that Apple can do it better than any other platform.

I’m not a Fanboy, but I don’t hate Apple at all. I use them on daily basis.
Gw pake MacBook Air & iPhone 5 dan gw akan tetep upgrade iOS7, no doubt!
But there’s a part of me that wantin Apple to do more than this. :’)

Comments.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *