Blackberry.. the Phenomenon!

For those new readers of my blog..
here’s my point of view about BB..

For loyal readers..
ini ada sedikit “tulisan” gw yang harusnya dimuat di media massa.. cmn kynya ga bakal kejadian! haha.. posting sindang aja ya ciin..

———————-
Fenomena Blackberry

Apa ya Blackberry itu? Kalau boleh mengutip Wikipedia, Blackberry adalah alat komunikasi nirkabel yang mendukung fasilitas push email, internet, telefon, sms, semua dalam 1 alat. Blackberry adalah sebuah brand yang diciptakan oleh perusahaan Canada yang bernama Research in Motion. Awalnya, Blackberry digunakan untuk pager dua arah pada tahun 1999. Blackberry sudah memasuki pasar Indonesia lebih dari 3 tahun yang lalu, hanya saja awalnya berfokus pada korporat, baru sekarang ini menjajaki pasar retail. Sejauh ini sudah lebih dari 50 tipe Blackberry yang sudah dan akan beredar di dunia.

Lalu? Apa hebatnya Blackberry? Mengapa beberapa bulan terakhir ini kata itu terdengar begitu sering, begitu populer? Mulai dari pebisnis, pejabat, selebriti, sampa siswa SMU tampaknya sudah atau ingin memiliki Blackberry dengan alasan yang berbeda tidak peduli itu sesuai kebutuhan atau tidak. Menurut sumber yang cukup dipercaya, jumlah pengguna servis Blackberry di Indonesia, merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan nomor 4 di dunia!

Mari kita bahas dari segi teknisnya. Dari segi teknis, keunggulan Blackberry ada di dua hal, setidaknya menurut saya. Yang pertama adalah kemampuan kompresi file. Artinya adalah, setiap data yang masuk/keluar dari handheld Blackberry mengalami pengecilan ukuran file di server Blackberry. Kompresi bekerja dengan mulus dan tidak terlihat. Hal ini mengakibatkan Blackberry terasa “sedikit” lebih cepat walaupun kecepatan internet tergantung dari operator dan lokasi. Itu karena jumlah data yang dikirimkan menjadi lebih sedikit. Yang kedua adalah ketahanan baterai. Banyak yang berpendapat Blackberry terasa boros baterai, namun, bila kita bandingankan dengan handheld non-Blackberry yang juga kita aktifkan internetnya terus menerus, Blackberry masih lebih unggul hampir 25%. Dengan pemakaian berlebih, Blackberry bisa bertahan hidup, dengan kondisi internet tersambung terus selama 1 hari penuh.

Banyak keuntungan non teknis yang bisa dibantah. Mulai dari kemudahan pemakaian, pernyataan status sosial, cepat, penghematan biaya dgn mengganti SMS dengan chatting, etc. Tapi itu semua relatif, tergantung penilaian subjektif dari masing-masing pengguna. Kalau kita bahas perspektif tiap individu, bisa kita bahas ini mungkin sampai akhirnya Blackberry ketinggalan jaman.

Tingkat ketergantungan pemakai Blackberry sudah luar biasa. Sampai ada pepatah “Blackberry mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”, “Blackberry is heaven for business owners, but hell for employees” hingga istilah seperti Crackberry yang di nobatkan sebagai Word of the Year beberapa tahun 2007. Blackberry saat ini tidak fokus pada push email saja, tapi ada fasilitas chatting, browsing, sampai social networking seperti facebook dan myspace. Kedekatan seseorang ke dunia maya sudah tidak terpisahkan akhir-akhir ini. Disinilah Blackberry berperan besar. Seseorang bisa membalas email dimana saja, bisa mengambil foto, kirim ke teman di luar negri dalam sekejap, sampai membalas wall facebook secara instan!

Tentu para operator tidak mau ketinggalan melihat kesempatan di dunia Blackberry. Kiprah Blackberry di Indonesia pada awalnya ditemani hanya oleh satu operator dan hanya menjamah pasar korporat. Waktu itu, Blackberry yang pertama keluar adalah seri 7xxx. Saat ini fasilitas yang diberikan ketiga operator besar di Indonesia boleh dinilai inovatif. Di Indonesia adalah yang pertama dimana operatornya menyediakan layanan berlangganan Blackberry prabayar, bahkan berlangganan per hari! Walau saat ini layanan Blackberry hanya ada di 3 operator senior di Indonesia, perlu diketahui yang diharapkan kedepan adalah kesiapan operator CDMA untuk menyediakan layanan Blackberry. Semua tinggal tunggu tanggal mainnya! Teknologi sudah ada, di Amerika pun Verizon sudah siap dengan layanan Blackberry di gelombang CDMA.

Salah satu perbedaan Blackberry dengan handset lain adalah strategi marketingnya. Blackberry tidak pernah dan tidak akan menjual secara retail, dikutip dari Research In Motion. RIM sangat bangga dengan kerjasama mereka dengan operator. Blackberry selalu dijual menjadi satu dengan operator. Di Indonesia, kerja sama dengan Telkomsel, Indosat dan XL menghasilkan setiap Blackberry resmi yang dijual di Indonesia dijual melalui operator yang lalu menunjuk distributor resminya.

Yang menarik juga untuk diperhatikan adalah cara Blackberry meng-endorse public figure untuk memasarkan produk mereka. Belum pernah kita lihat Research in Motion promosi melalui iklan di media apapun, yang ada, adalah iklan dari operator. Cara mereka adalah menunjuk beberapa selebriti, atlit, sampe politisi dan dengan bangga menunjukan mereka menggunakannya ke publik. Sebut Wulan Guritno, Titi Kamal, sampai Britney Spears, Paris Hilton, sampai Barrack Obama pun menjadi pengguna Blackberry. Beberapa dari mereka memang merupakan endorsement dari Research In Motion tapi beberapa meamng sudah menjadi “penggemar“ dengan sendirinya. Silakan tengok www.celebrityblackberrysighthings.com untuk melihat siapa saja selebriti yang sudah “keracunan” Blackberry.

Jadi, bersama Blackberry, selamat datang di dunia maya & instan. Hati-hati sampai anda disebut sebagai Crackberry.. yang berarti anda sudah menjadi pecandu Blackberry! Ada kecanduan berarti ada rehabilitasi?!

———————-

bisa juga cin eyke resmiiii? 😀

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *